Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Siswa Paud, TK, SD dan SMP di Pamekasan Wajib Lakukan Pembelajaran Dari Rumah Selama 13 Hari

Disdik Kabupaten Pamekasan, mewajibkan sekolah Paud, TK, SD dan SMP Negeri atau Swasta agar melakukan proses Pembelajaran Dari Rumah selama 13 hari.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Salah satu siswa SD di Pamekasan, Madura yang melakukan pembelajaran daring, Kamis (7/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Madura mewajibkan sekolah Paud, TK, SD dan SMP Negeri atau Swasta agar melakukan proses Pembelajaran Dari Rumah (BDR) selama 13 hari.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Akhmad Zaini mengatakan, Pembelajaran Dari Rumah ini diterapkan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tanggal 20 November 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021.

Baca juga: Kasat Binmas Polres Pamekasan Ajak Masyarakat Dukung Kebijakan Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19

Baca juga: Soal Penerapan PSBB Pulau Jawa-Bali, Pemkot Surabaya Gelar Rakor Pembatasan Aktivitas Masyarakat

Baca juga: Viral Video Uang Rp 15 Juta Ludes Dimakan Rayap, 3 Tahun Disimpan di Bawah Kasur, Simak Ceritanya!

Baca juga: Siswa Paud, TK, SD dan SMP di Pamekasan Wajib Lakukan Pembelajaran Dari Rumah Selama 13 Hari

Selain itu, juga mengacu terhadap surat keputusan panduan penyelenggaraan proses pembelajaran tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Menurut dia, proses pembelajaran semester genap tahun pelajaran 2020/2021 sudah dimulai sejak Senin 4 Januari 2021.

Namun, sedari 4 Januari 2021 hingga 16 Januari 2021, seluruh peserta didik di satuan pendidikan baik formal dan non formal mulai dari tingkatan Paud, TK, SD, SMP wajib melaksanakan proses Pembelajaran Dari Rumah (BDR).

"Kalau pendidik dan tenaga kependidikan melaksanakan tugas di kantor dan sekolah sesuai ketentuan jadwal yang berlaku dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Akhmad Zaini kepada TribunMadura.com, Kamis (7/1/2021).

Kepala Dinas yang akrab disapa Zaini ini juga memerintahian kepada Guru dan Kepala Sekolah di Pamekasan agar membuat laporan hasil proses BDR yang disampaikan kepada Dinas Pendidikan setempat melalui Pengawas dan Penilik sesuai wilayah masing-masing.

Ia juga meminta kepada setiap Kepala Sekolah agar terus memantau perkembangan Covid-19 di satuan pendidikan masing-masing dan segera melaporkan setiap kejadian terkait warga sekolah.

"Jangan lupa juga tingkatkan kewaspadaan dengan pencegahan, dan meningkatkan kuantitas dan kualitas sarpras dan pendukung lainnya untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19," peringatnya.

Akhmad Zaini juga memastikan, Pembelajaran Dari Rumah ini akan terus dievaluasi seiring dengan memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19 di kabupaten setempat.

Ia mengaku tidak ingin, lembaga pendidikan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Baca juga: Segera Lengkapi Dokumen Ini agar BLT UMKM Rp 2,4 Juta Bisa Dicairkan Sebelum Bulan Januari 2021

Baca juga: Hore! Bansos Rp 300 Ribu Cair, Login dtks.kemensos.go.id dan Simak Cara Cek Penerima Bansos di Sini!

Baca juga: RSUD Dr Harjono Ponorogo Tutup Sementara Layanan UGD Setelah Satu Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

Baca juga: Desa Kewadungan dan Desa Sambirejo Kediri Terendam Banjir Seusai Dilanda Hujan Deras Sejak Rabu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved