Breaking News:

Virus Corona di Sumenep

UPDATE CORONA di Sumenep Senin 18 Januari: Total 1.505 Kasus Positif Covid-19, 88 Meninggal Dunia

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura terus bertambah pada Senin (18/1/2021).

Istimewa/TribunMadura.com
Peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep per hari ini, Senin (18/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura terus bertambah pada Senin (18/1/2021).

Update data yang tercatat pada hari Senin (18/1/2021) pukul 13.00 WIB sebanyak 1.505 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Jumlah data ini bertambah dari sebelumnya, yakni sebanyak 1.496 orang terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari Minggu (17/1/2021).

Baca juga: Ketua Komisi I DPRD Sumenep: Jangan Ada Rotasi dan Mutasi Pejabat Sebelum Bupati Terpilih Dilantik

Baca juga: Jika Tak Penuhi Panggilan, Polisi Jemput Paksa Oknum PNS Pemkab Sumenep Diduga Aniaya Warga Sipil

Baca juga: Anak Penumpang Sriwijaya Air Jatuh Mimpi Bertemu Ayahnya: Papa Jatuh dari Pesawat Ga Ada yang Nolong

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Dibuka Tahun 2021, Simak 5 Langkah Mudah untuk Mendaftar

Untuk jumlah data orang yang sudah selesai dilakukan isolasi tercatat sebanyak 1.359 orang dari data sehari sebelumnya ada 1.333 orang.

Sedangkan kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia sebanyak 88 orang dari data sehari sebelumhya sebanyak 85 orang.

Dan jumlah data kasus yang suspek 51 orang dan data ini tetap tidak berubah dengan sehari sebelumnya 51 orang yang suspek.

Data yang dierima TribunMadura.com ini, sesuai peta sebaran Covid-19 se-Kabupaten Sumenep, Madura per tanggal (18/1/2021) pukul 13.00 WIB yang diposting di Instagram resmi Kominfo Sumenep.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi berharap, wabah Covid-19 ini yang melanda Indonesia segera tertangani

Dari itu, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan menyisir wilayah pedesaan dalam rangka penegakan protokol kesehatan (prokes).

Operasi yustisi akan digalakkan oleh tim gabungan, Polri, TNI, Satpol PP dan unsur lainnya.

"Masyarakat seringkali menyepelekan prokes. Salah satunya tidak mengenakan masker," kata Achmad Fauzi.

Saat ini, pihaknya mengakui jika penegakan prokes masih lebih fokus di wilayah kota.

Penegakan, prokes juga perlu dilakukan ke wilayah desa. Menurutnya, penegakan protokol kesehatan perlu terus digalakkan dalam usaha mencegah penyebaran Covid-19 di seluruh wilayah Sumenep.

Baca juga: Mau Cek Penerima BST Rp 300 Ribu? Simak Caranya yang Rupanya Sangat Mudah, Buka dtks.kemensos.go.id

Baca juga: Bupati Pamekasan Berencana Tambah Beasiswa Mahasiswa dan Siswa yang Menjadi Dokter hingga Jenderal

Baca juga: Cerita Keluarga Penerima Manfaat soal BLT UMKM Rp 2.4 Juta Diambil Oknum Agen E-Warung di Pamekasan

Baca juga: Empat Puskesmas di Kabupaten Trenggalek Bakal Difungsikan Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved