Breaking News:

Berita Sumenep

Muncikari di Sumenep Tawarkan PSK via WhatsApp ke Pelanggan, Minta Komisi Rp 200 Ribu Sekali Kencan

Muncikari di Kabupaten Sumenep Madura ditangkap polisi, tawarkan 5 wanita ke pria hidung belang.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Rilis kasus penangkapan muncikari berinisial EAA (35) di Polres Sumenep, Rabu (20/1/2021). 

Reporter: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Polres Sumenep menangkap seorang muncikari berinisial EAA (35).

Muncikari itu menawarkan pekerja seks komersial ( PSK) melalui pesan WhatsApp kepada pria hidung belang.

Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 700.000 dan tiga unit telepon.

Kapolres Sumenep, AKBP Darman mengungkapkan, muncikari tersebut ditangkap di sebuah rumah kos.

Baca juga: Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ingin Polantas hanya Atur Lalu Lintas dan Tak Perlu Menilang

Baca juga: Skandal Persetubuhan Pemuda Desa Diungkap Orangtua Korban, Berawal dari Antar Jemput Korbannya

Baca juga: Rencana Pemberangkatan Jemaah Ibadah Haji 2021, Simak Jumlah Kuota yang Disiapkan hingga Skenarionya

"Pelaku mucikari ini berinisial EAA diamankan di rumahnya, tepatnya di rumah kos Desa Gunggung, Kecamatan Batuan Sumenep," kata AKBP Darman, Rabu (20/1/2021).

Sebelumnya, kata dia, sudah ada informasi masyarakat dan dilakukan pengembangan dengan dilakukan penggerebekan.

Dalam aksinya, muncikari itu mematok komisi Rp 200 ribu tiap PSK,

"Tarifnya Rp 500.000 untuk satu orang PSK, sedangkan muncikarinya mendapatkan komisi sebesar Rp 200.000 dari harga itu," ungkapnya.

AKBP Darman mengatakan, sesuai pemeriksaan, pelaku mengaku sejak sekitar sebulan yang lalu memulai bisnisnya itu.

"Dari keterangannya, sudah ada sekitar 5 orang perempuan yang di jajakan kepada pria hidung belang," ucap dia.

Baca juga: Komjen Pol Listyo Sigit Bakal Jadi Kapolri Termuda dalam Sejarah Indonesia, Punya Kiprah Mentereng

Baca juga: Jadwal Vaksinasi Covid-19 di Tulungagung Dimulai Februari 2021, Ada 5.280 Dosis Vaksin yang Diterima

"Motif pelaku EAA jadi mucikari untuk tambahan kebutuhan keluarganya," katanya.

Akibat perbuatannya, EAA dijerat pasal 296 dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun 4 bulan dan atau 506 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun.

Saat ditanya siapakah 5 PSK yang sudah dijual pada hidung belang dan  berasal darimana, AKBP Darman melalui Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Dhani Rahadian Basuki mengaku belum jauh ke sana.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved