Breaking News:

Berita Malang

Tak Banyak Warga yang Mau Periksakan Diri saat Punya Gejala Awal Covid-19, Padahal Berdampak Serius

Tidak sedikit masyarakat yang mau menyadari dan segera memeriksakan diri saat bergejala awal.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/BENNI INDO
Pedagang Kaki Lima di Alun-alun Kota Batu menjalani rapid test antibodi yang dilaksanakan oleh Pemkot Batu, Minggu (27/12/2020). 

Belum lagi, kata dia, ada biaya lainnya, selain obat yang disuntikan.

“Jadi begini, penanganan pasien Covid-19 sangat mahal. Pertama, pakaian hazmat harganya mulai Rp 600 ribu hingga Rp 700 untuk sekali pakai," kata dia.

"Nah belum lagi pasien yang harus dirawat, ada yang sekali suntik Rp 6 juta kalau pasien dalam kondisi sakit berat," sambungnya.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Puting Beliung Porak Porandakan Pamekasan hingga Kasus Pemukulan Kades

Baca juga: Kabupaten Ponorogo Buka Rekrutmen CPNS 2021 dan PPPK 2021, Formasi Guru Paling Banyak Dibuka

"Biaya ventilator juga ada sendiri, ventilator ini dipakai setiap hari, bisa sampai seminggu. Jadi, biayanya lebih dari Rp 100 juta,” papar Tries.

Biaya pengobatan tersebut dibayarkan oleh Pemerintah Pusat.

Masing-masing rumah sakit atau fasilitas kesehatan mengklaim melalui laporan.

Menurut Tries, rumah sakit tidak serta merta memvonis orang positif atau negatif Covid-19.

Ia pun mengajak agar masyarakat tidak malu jika terkonfirmasi positif Covid-19.

Masyarakat diminta harus memiliki keberanian memeriksakan diri agar gejala awal terdeteksi dan penanganan dini diberikan.

Tries menyayangkan adanya pemikiran bahwa rumah sakit hanya mencari keuntungan dengan cara memvonis seseorang positif Covid-19.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved