Breaking News:

Berita Pamekasan

Cegah Klaster Pasar, Ribuan Pedagang di Pamekasan Terdaftar sebagai Penerima Vaksinasi Covid-19

Ribuan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Pamekasan terdaftar sebagai penerima vaksin Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Aktivitas Pedagang Pasar Kolpajung, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jumat (26/2/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sebanyak 5.600 pedagang pasar tradisional di Kabupaten Pamekasan, Madura, akan menerima vaksin Covid-19 pada tahap berikutnya.

Hingga saat ini, Dinkes Pamekasan tengah melakukan vaksinasi Covid-19 kedua untuk sejumlah tenaga kesehatan yang bertugas di bumi gerbang salam.

Kepala Disperindag Pamekasan, Achmad Sjaifuddin mengatakan, data yang telah berhasil dihimpun hingga saat ini ada sebanyak 5.600 pedagang dan 125 petugas pengelola yang bakal menerima vaksin Covid-19 tahap selanjutnya.

Baca juga: Jadi Tontonan Pribadi, Pemuda Jember Dibayar Kakek Agar Setubuhi Cucunya, Orangtua Lapor Polisi

Baca juga: Berbuat Dosa di Masjid, Mantan Napi di Lumajang Ditangkap Polisi Sesaat Setelah Bebas dari Penjara

Baca juga: Pemilik Tambang Galian C di Sampang Harus Kantongi 5 Izin Usaha, Ini Dampaknya Jika Melanggar

"Kami sudah melakukan pendataan untuk semua pasar yang dikelola Disperindag," kata Achmad Sjaifuddin kepada TribunMadura.com, Jumat (26/2/2021).

Menurutnya, angka pedagang dan petugas pengelola pasar yang sudah didata tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan Disperindag terhadap 13 pasar yang dikelola pihaknya di 13 Kecamatan berbeda di Pamekasan.

"Kami minta kepada Kepala Pasar (Kapas) untuk mendata hal itu, dan pendataan sudah selesai," ujar Achmad Sjaifuddin.

Menurut dia, pentingnya pemberian vaksin Covid-19 terhadap pedagang pasar dan petugas karena sejumlah alasan, mulai dari intensitas pertemuan manusia yang tinggi hingga penyedia pasokan bahan pangan masyarakat, sehingga rawan terjadinya penyebaran virus.

"Bagaimanapun pedagang dan petugas pasar harus dilindungi juga, karena kebijakan PPKM segala macam kan pasar tetap terbuka karena memang ekonomi, tidak bisa ada semacam pembatasan secara khusus," tutupnya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Tim Densus 88 Gerebek Rumah di Surabaya yang Ditempati Terduga Teroris

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Sampang Diduga Terlibat Kebocoran Pupuk Subsidi, Dicecar Penyidik 20 Pertanyaan

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved