Breaking News:

Nasabah Wajib Kembalikan Dana Salah Kirim ke Bank, Ada Hukuman Pidana hingga Denda Jika Melanggar

Nasabah tidak dibenarkan menguasai, apalagi menggunakan dana salah transfer untuk kepentingan pribadi.

Kompas.com
ilustrasi - dana salah kirim bank ke nasabah 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA -  Nasabah yang menerima dana salah transfer wajib mengembalikan dana ke bank.

Pengembalian dana akibat salah transfer oleh perbankan telah diatur oleh undang-undang.

Dalam UU tersebut, nasabah tidak dibenarkan menguasai, apalagi menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi.

Baca juga: Layanan Tes GeNose Dibuka di Stasiun Malang, Simak Jam Pelayanan hingga Biaya Periksaannya

Baca juga: Gundukan di Saluran Air Perumahan ini Awalnya Dikira Kasur, Setelah Dilihat Warga Ternyata Ada Mayat

Baca juga: Terjadi Dualisme Pengelola Masjid Sunan Ampel Surabaya, Ada Gugatan Pidana hingga Perdata Yayasan

Praktisi Hukum dari Kantor Konsultan Hukum dan Investasi Soedjono C Atmonegoro Henricus H & Rekan, Aristo Yanuarius Seda mengungkapkan, bank dapat mengajukan gugatan kepada nasabah yang tidak koperatif dalam mengembalikan dana dari kejadian salah transfer.

"Apalagi, pihak perbankan telah melakukan pendekatan dan memberikan penjelasan kepada nasabah bahwa dana yang diterima tersebut bukan merupakan haknya," kata Aristo dalam rilis yang dikirimkan terkait kasus pidana salah transfer nasabah BCA di Surabaya, Minggu (28/2/2021).

Mengacu pada Pasal 85 UU 3/2011, unsur yang mendukung perbankan dapat melakukan gugatan kepada nasabah adalah intensi dan tindakan nasabah yang dengan sengaja ingin menguasai dana dari kejadian salah transfer tersebut.

Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Baca juga: Penataan Ulang Kios Pasar Margalela Sampang Dikeluhkan Pedagang, Tak Semua Lapak Boleh Dibuka

Baca juga: Tak hanya Stasiun Pasar Turi, Layanan Pemeriksaan GeNose Hadir di Stasiun Gubeng dan Stasiun Malang

“Dengan menggunakan dana yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi, apalagi sudah ada pemberitahuan resmi dari pihak perbankan bahwa dana tersebut berasal dari kejadian salah transfer, perbuatan tersebut sudah memenuhi unsur delik hukum pada pasal 85 UU 3/2011," ungkap Aristo.

Perbankan memiliki hak untuk mempidanakan nasabah tersebut, bahkan dengan pasal lain yang memberatkan, seperti tindak pidana penggelapan.

Aristo mengatakan, belajar dari berbagai kasus yang terjadi, nasabah sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan dana yang belum diketahui asal usul sumbernya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved