Breaking News:

Berita Viral

Kisah di Twitter Ancaman Santet oleh Debt Collector, Padahal Korban Tidak Berutang, Simak Kronologi

Pemilik akun Twitter @ordinarywmnn mendapatkan ancaman dari debt collector pinjaman online, padahal dirinya merasa tidak berutang

Shutterstock/Pramata
Ilustrasi rupiah - Kisah di Twitter tentang ancaman debt collector hingga bakal santet sang anak, viral 

Baik karena tidak melaksanakan apa yang telah diperjanjikan maupun malah melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan.

Mantan Ketua DPC Peradi Surakarta 2015 - 2019 ini pun menekankan penagihan utang oleh debt collector adalah sebuah pelanggaran hukum dan bisa dilaporkan ke polisi.

"Apa yang dilakukan debt collector jelas menurut kami adalah sebuah pelanggaran hukum. Itu namanya premanisme."

"Apalagi sekarang kepolisian mencanangkan bagaimana premanisme di masyarakat bisa hilang. Makanya menurut saya itu bisa dilaporkan kepada polisi," tuturnya.

Tindakan yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Ancaman debt collector Pinjaman Online

Jika ada masyarakat yang mengalami ancaman serupa, Badrus menyarankan untuk segera melaporkannya kepada polisi.

Lalu bisa juga melakukan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas perusahaan yang memberikan jasa pinjaman online tersebut.

"Tindakan masyarakat misalkan ada kejadian-kejadian seperti itu, pertama adalah bisa kita laporkan kepada polisi, yang kedua kita laporkan kepada OJK."

"Pelaporan kepada OJK adalah tentang perusahaannya dan kalau ke polisi adalah tentang tindakan dept colector itu," ucap Badrus.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, sebelum berutang agar memikirkannya dahulu dengan matang.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved