Berita Sampang

Pengembangan Wisata Pantai Lon Malang Sampang Gagal Terealisasi Tahun ini, Berikut Penyebabnya

Wisata Pantai Lon Malang masuk dalam program pengembangan wisata oleh Pemkab Sampang pada tahun ini.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Tempat Wisata Pantai Lon Malang di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura. 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Rencana pengembangan Wisata Pantai Lon Malang di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, gagal terealisasi.

Sebelumnya, Wisata Pantai Lon Malang masuk dalam program pengembangan wisata oleh Pemkab Sampang pada tahun ini.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Meroket, Pedagang Pasar Beralih Jualan Cabai Kering Karena Harganya Lebih Murah

Baca juga: Warga Lamongan Meninggal Digigit Ular, Jenazahnya Diantar Warga saat Banjir, Makamnya Kebanjiran

Baca juga: Terdampak Pandemi, Pria Pengangguran di Surabaya Gadaikan Mobil Rental, Menghilang Beberapa Bulan

Namun, rencana pengembangan Wisata Pantai Lon Malang gagal terealisasi karena terbatasnya anggaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporabudpar Sampang, Marnilem mengatakan, pengembangan Wisata Pantai Lon Malang sebenarnya masuk kedalam programnya tahun ini.

Pengembangan itu berupa bantuan sebuah lampu hias yang akan diletakkan di sejumlah area pantai Wisata Pantai Lon Malang.

Hal itu dilakukan guna memperindah lingkungan Wisata Pantai Lon Malang dan menarik minat para pengunjung.

"Termasuk bantuan portal tiket masuk karena saat ini destinasi wisata pantai Lon Malang menggunakan cara manual," ujarnya kepada TribunMadura.com.

Ia menambahkan, inisiatif bantuan portal tiket masuk dilakukan untuk meminimalisir adanya manipulasi.

Baca juga: Demo Listrik Kepulauan Kangean Ricuh, Satu Mahasiswa Tak Sadarkan Diri di Depan Gedung DPRD Sumenep

Baca juga: Skatepark dan Lapangan Basket Bakal Dibangun di Bawah Jembatan Fly Over Kedungkandang Kota Malang

"Ini upaya kita bagaimana mengembangkan pantai Lon Malang tapi sayangnya tahun ini ada pemangkasan anggaran dampak pandemi covid-19," tuturnya.

Mengalami hal itu, dirinya berharap pandemi covid-19 ini cepat berlalu agar segala program yang ada dapat dijalani dengan optimal.

"Berhubung adanya recofusing, kami harapkan pengelola harus mandiri, melakukan pengembangan dari hasil BUMDesnya," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved