Breaking News:

Berita Sampang

Pembangunan Floodway Akan Jadi Solusi Atasi Banjir di Sampang Madura, Dibangun Sepanjang 7 Kilometer

Pembebasan lahan oleh Pemkab Sampang harus disegerakan baru kemudian pembangunan fisik floodway di Kabupaten Sampang bisa segera direalisasikan.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa banjir tahunan di Kabupaten Sampang akibat meluapnya Sungai Kemuning akan diatasi dengan floodway. 

Reporter: Hanggara Pratama| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa banjir tahunan di Kabupaten Sampang akibat meluapnya Sungai Kemuning akan diatasi dengan floodway.

Sejauh ini, pembangunan floodway masih terkendala pembebasan lahan. 

Pembebasan lahan oleh Pemkab Sampang harus disegerakan baru kemudian pembangunan fisik floodway di Kabupaten Sampang bisa segera direalisasikan.

Baca juga: Rencana Penghapusan TTP ASN di Pamekasan Masih Tahap Kajian, Sekdakab: Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Baca juga: Pembangunan Floodway Terkendala Pembebasan Lahan, Pemerintah Daerah Tunggu Langkah Pemprov Jatim

Baca juga: Pelatih Madura United Fokus Bangun Chemistry Bermain Antar Pemain, Modal Persiapan Lawan Persebaya

Baca juga: Cek Penerima Bansos Tunai Rp 300 Ribu dengan NIK KTP di dtks.kemensos.go.id, Cair Akhir Maret 2021

Kabid Pengelolaan Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang, Indah Sri Wahyuni mengatakan, pembangunan floodway akan melintasi Desa Tanggumong, Kelurahan Gunung Sekar, Kelurahan Karang Dalem, dan Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang.

“Sodetan ini mulai dari Desa Tanggumong dan muaranya berada di Desa Aeng Sareh,” ujarnya kepada TribunMadura.com, Jumat (26/3/2021).

Ia menambahkan, dalam pembangunan floodway lebarnya mencapai 70 meter terbagi lebar sungai 40 meter dan jalan inpeksinya 30 meter, samping kanan 15, samping kiri 15 meter.

Kendati demikian, program yang digagas sejak 2016 tersebut hingga kini belum juga terealisasi dan berhenti pada tahap pembebasan lahan pada 2018 lalu.

Saat ini pemerintah daerah menunggu koordinasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) jatim untuk kelanjutan pembebasan lahan tersebut, sebab bukan kewenangannya.

“Kewenangan kami hanya menyediakan lahan saja, untuk anggaran pengadaan tanahnya kewenangan Pemprov Jatim,” terang Indah Sri Wahyuni.

Mengacu pada anggaran sebelumnya, untuk total anggaran pembebasan lahan tanah pembangunan floodway sepanjang 7 kilometer akan menghabiskan dana senilai Rp. 290 miliar, sedangkan jika ditotal dengan ganti rugi bangunannya mencapai Rp.600 miliar. 

"Sedangkan Pemprov Jatim hingga saat ini masih belum ada isu untuk membebaskan lahan tersebut, jadi kita tidak bisa memulainya, harus menunggu langkah dari Provinsi," pungkasnya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Lengkap Sabtu 27 Maret 2021, Capricorn Perkuat Cinta, Pisces Kurang Komunikasi

Baca juga: Hati-hati, 5 Shio Ini Diramal Bernasib Sial Sepanjang Sabtu 27 Maret 2021, Penuh Sensitif dan Emosi

Baca juga: Ramalan Zodiak Terbaru Sabtu 27 Maret 2021, Taurus Suka Memerintah, Virgo Hadapi Masalah Keuangan

Baca juga: Berani Akui Kebenaran Video Syur 19 Detik dengan Nobu, Gisel Janji Cerita ke Gempi Suatu Hari Nanti

Simak berita lain terkait Sungai Kemuning

Simak berita lain terkait Banjir

Simak berita lain terkait Pemprov Jatim

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved