Breaking News:

Berita Sampang

Megaproyek Floodway Mandek di Tahap Pembebasan Lahan, Pemkab Sampang Berupaya Realisasikan Target

Bencana banjir menjadi perhatian serius Pemkab Sampang. Pembangunan floodway atau sodetan diharapkan menjadi solusi bencana yang rutin terjadi.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Jembatan melintang di atas Sungai Kamoning di Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Selasa (31/3/2021). 

Reporter: Hanggara Pratama| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Bencana banjir menjadi perhatian serius Pemkab Sampang. Pembangunan floodway atau sodetan diharapkan menjadi solusi bencana yang rutin terjadi setiap tahun itu.

Namun, pemkab masih menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur.

Gagasan untuk membangun sodetan untuk meminimalkan banjir itu muncul sejak 2016.

Sodetan itu yang akan dibangun sepanjang 7 kilometer dengan lebar 70 meter.

Pembebasan lahan 427.127,053 meter persegi. Jalur sodetan itu melewati enam desa/kelurahan di Kecamatan Sampang dan Torjun.

Kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura masih berupaya merealisasikan Mega Proyek Floodway (sodetan), Rabu (31/3/2021).

Mengingat floodway merupakan solusi efektif untuk meminimalisir bencanan musiman yakni banjir karena Sungai Kemuning tidak akan lagi meluber karena 40 persen debit air akan dialirkan ke sodetan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang, Indah Sri Wahyuni, sebab proyek yang digagas sejak 2016 oleh pemerintah pusat tersebut mandek pada tahap pembebasan lahan.

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Apa Lagi, Tembang Sedih Kolaborasi Prilly Latuconsina dan Andi Rianto

Baca juga: Istri Terduga Teroris NM di Tulungagung Masih Diperiksa Polisi, Diduga Ikut Pemeriksaan di Blitar

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan atau Bayar Hutang Shaum, Lengkap dengan Tulisan Arab dan Artinya

Baca juga: Polisi Memburu Pelaku Penganiayaan Pria Sumenep yang Bersimbah Darah dengan Luka Menganga di Perut

Menurutnya, hal ini merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, namun hingga saat ini masih belum ada kejelasan meskipun pihaknya mecoba jemput bola agar proyek ini di hidupkan kembali.

“Untuk lahannya sudah disiapkan, bahkan saat sosialisai tanggapan masyarakat di lokasi rencana pembangunan floodway 80 persen sudah sepakat, tapi yang menjadi kendala adalah anggarannya,” ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved