Breaking News:

Berita Bangkalan

Pengamanan Larangan Mudik Lebaran 2021, Pemudik dari Tiga Wilayah Ini yang Boleh Masuk Bangkalan

Momen mudik Hari Raya Idul Fitri berpeluang terjadinya peningkatan mobilitas masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan, keluarga, pariwisata.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Inspektur Upacara sekaligus Bupati Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron bersama Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto, Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo, dan Komandan Lanal Batuporon, Letkol Laut (P) Mahfud Effendi dalam gelar Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri di Mapolres Bangkalan, Senin (26/4/2021). 

Di mana angka kematian Covid-19  mencapai 2.000 per hari.

“Di India saat ini mengalami gelombang III. Karena itu kami konsentrasikan pos penyekatan di Suramadu. Pelaksanaannya akan menunggu petunjuk dari Polda Jatim. Kami juga akan koordinasi dengan KP3 Surabaya,” pungkas Didik.

Hal senada disampaikan Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif). Dalam apel yang digelar secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur itu, Ra Latif didapuk sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Komandan Kodim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo dan Komandan Lanal Batuporon, Letkol Laut (P) Mahfud Effendi.

“Saya mengingatkan kepada seluruh stakeholder, bahwa penyebaran Covid-19 di beberapa negara dunia mengalami third wave atau gelombang III. Sehingga memaksa kembali memberlakukan kebijakan lockdown,” ungkap Ra Latif.

Ia memaparkan, kondisi di India dengan angka kematian menyentuh angka 2.000 per hari itu terjadi kerumunan pada kegiatan festival keagamaan. Masyarakat setempat terlena dengan bertindak seolah-olah Covid-19 telah hilang.

Penyebab lain dari fenomena lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara, disebut Ra Latif, karena penerapan protokol kesehatan (prokes) di tengah masyarakat menjadi kendor. Hal itu karena tingkat vaksinasi yang tinggi serta jumlah positif terkonfirmasi menurun.

Baca juga: Sutiaji Tegaskan Belum Ada Kasus Mutasi Baru Virus Corona di Malang, Masyarakat Harus Tetap Waspada

Baca juga: Tetangga Kehilangan Sosok Sederhana Kelasi Satu Raditaka Mardyansah Awak KRI Nanggala-402 Asal Tuban

Baca juga: Bacaan Niat Puasa dan Doa Buka Puasa Ramadan 1442 H/2021 hingga Penjelasan Kapan Waktu Mengucapkan

Baca juga: Mantan Kades di Sampang Ditetapkan sebagai Tersangka Penggelapan Mobil Perusahaan, Ini Kronologinya

“Di situlah kewaspadaan masyarakat dalam penerapan prokes menurun. Di sisi lain, terjadi mutasi Covid-19 baru yang membuat angka keterisian rumah sakit melonjak. Sehingga banyak pasien yang tidak tertangani dan berujung kematian,” papar Ra Latif.

Secara historis, lanjutnya, lonjakan positif terkonfirmasi pernah melanda Kabupaten Bangkalan akibat peningkatan mobilitas masyarakat saat libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2020.

“Peningkatan kasus positif terkonfirmasi di Bangkalan saat itu menyentuh angka 69-93 persen. Karena itu, saya tekankan kepada seluruh stakeholder untuk bekerja secara optimal. Fokus utama adalah upaya pengendalian untuk menekan resiko laju penularan Covid-19,” pungkas Ra Latif.

Simak artikel lain terkait Larangan Mudik Lebaran

Simak artikel lain terkait Jawa Timur

Simak artikel lain terkait Kabupaten Bangkalan

FOLLOW US:

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved