Breaking News:

Berita Bangkalan

Terkait Perpres 80 Tahun 2019, Ulama dan Kyai BASSRA Madura Akan Temui Jokowi dan Pimpinan DPR RI

Diskusi sekaligus Serap Aspirasi para ulama dan kyai se Madura yang tergabung dalam BASSRA bersama Anggota Komisi V Fraksi PKB, H Syafiuddin.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Diskusi sekaligus Serap Aspirasi para ulama dan kyai se Madura yang tergabung dalam Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) bersama Anggota Komisi V Fraksi PKB, H Syafiuddin di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamidy, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Pamekasan, Jumat (30/4/2021 malam. 

Reporter: Ahmad Faisol I Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Diskusi sekaligus Serap Aspirasi para Ulama dan Kiai se Madura yang tergabung dalam Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) bersama Anggota Komisi V Fraksi PKB, H Syafiuddin di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamidy, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Pamekasan, Jumat (30/4/2021 malam, menghasilkan sejumlah poin keputusan terkait keberadaan Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 80 Tahun 2019.

Sekretaris BASRRA, KH Syafik Rofii mengungkapkan, salah satu poin yang dihasilkan yakni pihaknya akan menemui pimpinan DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, bahkan akan menemui Presiden RI Joko Widodo .

“Kami berencana datang untuk berdiskusi agar Madura mendapatkan perhatian. Termasuk  mendorong Perpres 80 itu agar tidak hanya berbunyi Bangkalan. Sehingga pembangunan Madura bisa merata di empat kabupaten,” ungkap Kyai Syafik kepada Surya, Sabtu (1/5/2021).  

Dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi, Kabupaten Bangkalan diplot sebagai bagian dari Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 dalam konsep Gerbang Kertosusila atau Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.

Baca juga: Dua Pria Lumpuhkan Seorang Pelaku Perampasan Kalung Emas Pakai Jurus Smackdown di Pecinan Bangkalan

“Good will BASSRA ada, namun perpres itu kan ruang lingkupnya Gerbang Kertosusilo. Kami berharap berbunyi Madura, tidak hanya Bangkalan. Perlu ada penyempurnaan, sehingga perhatiannya khusus Madura,” jelas Wakil Bupati Bangkalan periode 2008-2013 itu.

Kyai Syafik menjelaskan, sejauh ini BASSRA telah menjalin MoU bersama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terkait pendidikan dan kemudahan para santri untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Termasuk telah mejalin komunikasi dengan Unair dan ITS.

“SDM (Sumber Daya Manusia) sudah menjadi atensi BASSRA, kami menyiapkan SDM Madura. Sehingga pembangunan Madura nantinya tidak fokus kepada sektor industrialisasi tetapi juga pembangunan yang mengarah kepada pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Madura,” jelasnya.

Selain itu, BASSRA juga akan mendorong terbentuknya Peraturan Pemerintah sebagai pendukung dari Undang-undang Pesantren agar bisa diaplikasikan dalam pemenuhan kebutuhan anggaran di APBN.

“Sehingga nanti pesantren terutama pesantren-pesantrn besar di Madura bisa menjadi sentral pemberdayaan masyarakat,” tegas Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Kampung Buja’an, Kelurahan Pangeranan, Kecamtan Kota Bangkalan itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved