Breaking News:

Berita Ponorogo

Revitalisasi Tujuh Pasar Tradisional di Ponorogo Ditunda, Dana Digunakan untuk Penanganan Covid-19

Pengusulan revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Ponorogo ini dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang dan pembeli.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Pasar tradisional di Kabupaten Ponorogo, Rabu (2/6/2021). 

Reporter: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Ponorogo diusulkan membutuhkan revitalisasi.

Pengusulan revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Ponorogo ini dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang dan pembeli.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat telah mencanangkan gerakan revitalisasi 5.000 pasar di seluruh Indonesia.

"Sudah ada 7 pasar daerah yang mendapatkan program tersebut, akhirnya sudah dibangun menjadi pasar semi modern," kata Kepala Dinas Perdagkum Ponorogo, Addin Andanawarih, Rabu (2/6/2021).

Ketujuh pasar tersebut antara lain, Pasar Pulung, Bungkal, Sawoo, Tamansari, Somoroto, Pasar Pon, dan Kesugihan.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Lesanpuro Kota Malang, Pedagang Ditempatkan di Pasar Penampungan Sementara Waktu

Selain 7 pasar tersebut, sebenarnya Addin juga telah mengusulkan 3 pasar lain untuk dilakukan rehab dari program revitalisasi 5.000 pasar.

Ketiga pasar yang diusulkan itu adalah Pasar Jetis, Pasar Balong dan Pasar Slahung.

Menurut Addin kondisi pasar-pasar tersebut sudah tidak layak ditempati dan membutuhkan rehabilitasi.

Namun, karena dananya dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19, revitalisasi 3 pasar itu terpaksa ditunda.

"Tahun 2019 lalu kita usulkan untuk bisa direhab pada tahun 2020," ungkap dia.

Baca juga: Pasar Darurat Sering Bocor, Pedagang Tak Sabar Ingin Segera Pindah ke Pasar Legi Ponorogo

"Namun adanya pandemi corona, dana yang semestinya untuk merehab dialihkan untuk penanganan Covid-19," katanya.

Padahal setiap pasar yang memperoleh program revitalisasi tersebut, bisa mendapat kucuran dana hingga Rp 6 miliar.

"Karena saat ini masih pandemi, kita hanya bisa menunggu perkembangan dari Pemerintah Pusat," pungkas Addin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved