Breaking News:

Berita Sumenep

Polemik Pilkades Serentak 2021 di Desa Cabbiya Masih Bergulir, Ini Kata Ketua Komisi I DPRD Sumenep

Kisruh tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahun 2021 di Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep hingga saat ini masih bergulir.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Ketua Komisi I DPRD Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan Darul Hasyim Fath dalam sebuah acara di salah satu hotel di Sumenep, Jumat (23/10/2020). 

Reporter: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Tensi perpolitikan desa sudah mulai memanas.  Sejumlah polemik mulai bermunculan.

Mulai dari kelengkapan administrasi, bahkan hasil pemeriksaan narkoba yang positif juga menjadi salah satu persoalan yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa atau Pilkades Serentak 2021.

Seperti halnya, kisruh tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahun 2021 di Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep hingga saat ini masih bergulir.

Hal ini menjadi atensi khusus bagi Komisi I DPRD Sumenep.

Pasalnya, jabatan ketua panitia Pilkades 2021 Desa Cabbiya diduga dijabat oleh orang dari luar desa dan Bacakades yang tidak memenuhi sayarat secara formal.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath mengatakan bila ada rekrutmen kepanitiaan yang tidak segaris dengan regulasi yang ada sesuai Perbup nomor 15 Tahun 2021, maka pemerintah kecamatan sebagai wakil pemerintah kabupaten berkewajiban memfasilitasi proses koreksi dengan mengganti panitia yang dimaksud.

Bahkan, jika bakal calon kepala desa (Bacakades) yang tidak memenuhi prasyarat formil prinsipal wajib didiskualifikasi.

"Calon kepala desa harus melengkapi dirinya dengan legitimasi politik terpilih sebagai penerima mandat mayoritas warga serta legalisasi lainnya sebagai syarat formil," kata Darul Hasyim Fath saat dikonfirmasi TribunMadura.com pada Rabu (9/6/2021).

Pernyataan tegas politisi PDI Perjuangan Sumenep tersebut menyikapi berbagai persoalan yang muncul ke publik, tentang dugaan adanya bacakades positif narkoba asal kepulauan dan dugaan ijazah tidak dilegalisir karena ada masalah dokumen.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved