Breaking News:

Berita Bangkalan

'Tidak Perlu Saling Menyalahkan' Ungkap Bupati Bangkalan Ra Latif Soal Kebijakan Penyekatan Suramadu

Menurut Ra Latif, lebih baik mengedukasi masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan daripada saling menyalahkan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron bersama Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alirano serta Dandim 0829 Letkol Kav Ary Setyawan Wibowo dalam Rapat Penebalan PPKM Mikro di Pendapa Agung Bangkalan, Selasa (22/6/2021) 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron mengungkapkan tak perlu saling menyalahkan terkait kebijakan swab antigen di penyekatan Jembatan Suramadu.

Menurutnya, lebih baik mengedukasi masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan daripada saling menyalahkan.

Hal itu diungkapkan Bupati yang akrab disapa Ra Latif ini saat memimpin Rapat Penebalan PPKM Mikro di Pendapa Agung Bangkalan, Selasa (22/6/2021).

Ra Latif menanggapi pertanyaan awak media terkait pernyataan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di hadapan massa pendemo, Senin (21/6/2021) terkait kebijakan penyekatan dengan rapid test antigen di gerbang Jembatan Suramadu sisi Bangkalan-Surabaya.

“Begini ya, sebetulnya kita ini tidak perlu saling menyalahkan. Mari kita bersama mengedukasi masyarakat agar patuh prokes (protokol kesehatan). Meminta bantuan kepada Pemkot Surabaya, saya akui iya. Tetapi itu tertanggal 16 Juni 2021,” ungkap Ra Latif.

Baca juga: Rumah Karantina di Bangkalan yang Dikeluhkan Warga Kini Disidak, Anggota DPR Sampaikan Temuannya

Sebelumnya, beredar video pernyataan Eri Cahyadi di hadapan massa pendemo yang menyatakan bahwa kebijakan penyekatan di Jembatan Suramadu bukan kebijakan Pemkto Surabaya, melainkan kebijakan Pemkab Bangkalan.

Saat ini, Ra Latif selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan terus berupaya memberikan solusi terbaik untuk masyarakat seiring pemberlakuan penyekatan di kedua sisi Jembatan Suramadu.

“Kami telah memberlakukan SIKM (Surat Izin Keluar-Masuk) Jembatan Suramadu bagi masyarakat Bangkalan. Itu kami lakukan sebagai langkah mengurangi penumpukan dan kerumunan di pos penyekatan,” jelas Ra Latif.

Hingga hari kedua pemberlakukan SIKM, total jumlah pemohon telah mencapai 924 orang. SIKM diterbitkan di 18 kantor kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan. Pemohon SIKM diwajibkan melampirkan surat keterangan non reaktif rapid test antigen dari puskesmas berdasarkan keterangan domisili.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved