Breaking News:

Daun Sambiloto

Mengenal Daun Sambiloto, Suplemen Herbal Penangkal Covid-19 hingga Ragam Khasiat yang Dimilikinya

Indonesia mengikuti jejak Thailand yang memanfaatkan sambiloto sebagai suplemen herbal penangkal virus corona ( Covid-19 ).

freepik
Suplemen herbal dari daun sambiloto. 

Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM - Untuk menjaga dari paparan pandemi Covid-19 mendorong masyarakat tak saja mengkonsumsi multivitamin tetapi juga mengonkumsi suplemen herbal untuk meningkatkan daya imunitas tubuh.

Bahkan, sejumlah produk dipercaya mampu menangkal dan mengenyahkan virus corona dari pasien yang terinfeksi. Begitu pula tumbuhan sambiloto, si raja pahit atau ki oray yang memiliki banyak ragam khasiat.

Pada awal pandemi permintaan produk-produk herbal begitu melesat. Ketika itu harga temulawak meroket, begitu juga dengan jahe merah, habatussauuda, dan madu, hingga komoditas itu sulit ditemui di pasaran.

Mengutip dari indonesia.go.id, Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) mencatat sepanjang 2020 diperkirakan perputaran nilai produk jamu dan herbal di Indonesia antara Rp16 triliun--Rp20 triliun.

Khususnya produk-produk herbal yang mengandung jahe merah, temulawak (curcuma), habatussauda, dan madu.

Di luar itu, tumbuhan yang juga banyak dicari masyarakat adalah sambiloto (andrographis paniculata). Di masyarakat Indonesia sambiloto sudah cukup dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda.

Masyarakat Sunda menyebutnya tumbuhan yang memiliki rasa pahit itu menyebutnya ki oray, masyarakat Minangkabau menyebutnya ampadu tanah, di pulau Madura disebut pepaitan, dan bagi orang Jawa Mataraman disebut ramuan ki pait, bidara, dan andiloto.

Orang Tionghoa menamakan tanaman ini Chuan xin lien. Di dunia internasional, dikenal dengan “king of bitter” atau raja pahit. Di beberapa negara maju, tanaman ini sudah berkembang sebagai bahan baku obat.

Tumbuhan dengan rasa pahit ini diduga berasal dari kawasan Asia Tropis. Penyebarannya dari India meluas hingga ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan di Jawa.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved