PPKM Darurat di Malang

Karena Kesalahan Fatal, Lima Kafe di Malang ini Disegel Satpol PP, Dilarang Beroperasi selama 5 Hari

Lima tempat usaha kafe di Kota Malang ditutup selama 5 hari karena melanggar aturan PPKM Darurat di Malang.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Penyegelan kafe di Kota Malang karena kedapatan melanggar aturan PPKM Darurat, Rabu (7/7/2021) malam. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Lima tempat usaha kafe di Kota Malang disegel Satpol PP, Rabu (7/7/2021) malam.

Penyegelan kafe dilakukan karena pengelola kedapatan melanggar aturan PPKM Darurat di Malang.

Kelima kafe yang disegel di antaranya, empat kafe berada di Jalan Sunan Pandan Aran dan satu kafe di Jalan Joyo Tambak Sari.

Selama lima hari ke depan, kafe dilarang beroperasi. Pengelola juga diberikan BAP (surat teguran).

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan, dalam SE Wali Kota Malang No 38 Tahun 2021, telah diatur bahwa semua tempat usaha harus tutup pada pukul 20.00 WIB.

Selain itu, selama PPKM Darurat di Malang, pemilik usaha wajib meniadakan atau melipat meja kursi sebagai tanda tidak melayani dine in.

Baca juga: Hari Kelima PPKM Darurat di Malang, Wali Kota Masih Temukan Banyak Warung Makan Langgar Jam Malam

"Kami tegas menyampaikan, mulai hari ini kita akan tegas menindak yang melanggar. Tidak ada toleransi sama sekali. Karena kalau tidak dikendalikan, Kota Malang bisa zona hitam," ujarnya kepada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ).

Ia menjelaskan, penyegelan tempat usaha itu dilakukan sebagai efek jera.

Jika nanti dalam pantauan masih melanggar aturan PPKM Darurat, maka tempat usaha itu bisa diproses hukum lebih lanjut sesuai Peraturan Wali Kota Malang No 30 Tahun 2020.

''Bisa izinnya dicabut bahkan dilakukan penutupan. Kami tetap persuasif, tapi kalau jelas melanggar akan kami tindak tegas," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat juga mengimbau kepada para pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan PPKM Darurat. Termasuk untuk tidak menyediakan kursi dan meja makan.

"Meja kursi sebaiknya ditiadakan, diangkat, dilipat atau ditutupi. Agar pengunjung tidak salah paham dan memang hanya melayani take away. Kalau kurang jelas, bisa ditambahi dengan tulisan hanya melayani take away," pungkasnya.

Baca juga: Di Tuban, Kepala Dinas hingga Camat Wajib Bahasa Jawa saat Masuk Kantor, Lestarikan Budaya Lokal

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved