Berita Pamekasan

Peminat Tas Lokal Pamekasan Karya Anak WUB Membeludak, Optimis Bisa Penuhi Kebutuhan Anak Sekolah

Sejak tahun 2020 peserta yang mengikuti pelatihan WUB sekitar 50 persen telah sukses menjalankan usahanya dari 1.800 lebih peserta. 

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Tas lokal Pamekasan karya anggota WUB kini banjir orderan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ikhtiar Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat melalui program Wira Usaha Baru (WUB) terus digenjot dengan berbagai pelatihan. 

Tahap pertama tahun 2021, tercatat sudah 220 peserta dari 11 paket pelatihan yang sedang dilatih oleh fasilitator andal dan berkualitas.

Diantara paket pelatihan yang saat ini sedang berjalan meliputi pelatihan membatik, jahit, service motor, service mobil, service AC, tata rias, pembuatan sandal, dan pelatihan design grafis yang dilaksanakan di beberapa kecamatan untuk mencegah kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Koordinator Pendamping WUB Pamekasan, Taufiqurrahman mengatakan, sedari tahun 2020 peserta yang mengikuti pelatihan WUB sekitar 50 persen telah sukses menjalankan usahanya dari 1.800 lebih peserta. 

Terutama usaha yang tergolong baru di Pamekasan, seperti usaha membuat tas anak. 

Baca juga: DBHCHT yang Diterima Pemkab Pamekasan Bisa Dipakai untuk Pembinaan Sosial dan Kesehatan Masyarakat

Jenis usaha ini sekarang kekurangan tenaga lantaran pemesanan yang membeludak.

Pihaknya sudah memverifikasi beberapa jenis usaha para peserta WUB setelah untuk mengikuti pelatihan.

Mulai usaha yang tergolong sukses, usaha yang berjalan bahkan usaha yang tidak berjalan dan harus mendapat pendampingan lebih serius.

Meskipun berdasarkan catatannya separuh di antaranya bisa dinyatakan sukses.

"Usaha yang paling sukses itu rata-rata usaha yang baru di Pamekasan. Seperti pembuatan songkok, sarung tenun dan pembuatan tas. Usaha tas sekarang kekurangan stok, karena keterbatasan karyawan," kata Taufiqurrahman kepada TribunMadura.com, Rabu (25/8/2021).

Pihaknya menargetkan produksi tas minimal bisa memenuhi kebutuhan anak sekolah tingkat sekolah dasar (SD), dan tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD). 

Sehingga, anak sekolah di Pamekasan bisa memakai tas hasil produksi warga Pamekasan sendiri.

"Tapi kami yakin dalam satu atau dua tahun ke depan insyaAllah mampu menjawab kebutuhan," katanya dengan nada optimis.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved