Breaking News:

Berita Pamekasan

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Ajak Pemuda Pamekasan Kreatif Hadapi Kemajuan Zaman, Ini Caranya

Di era 4.0 ini menuntut seseorang untuk kreatif, tidak mudah menyerah serta bekerja keras mengejar impian yang diinginkan, termasuk dalam dunia usaha.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam memberi motivasi untuk masyarakat 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam tak henti-hentinya memberikan motivasi kepada semua elemen masyarakat untuk berjuang menjadi orang hebat, serta tetap optimis dalam menjalani hidup.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu mengatakan, di era 4.0 ini menuntut seseorang untuk kreatif, tidak mudah menyerah serta bekerja keras mengejar impian yang diinginkan, termasuk dalam dunia usaha.

Kata dia, Pemkab Pamekasan saat ini memfasilitasi para pemuda dengan program wirausaha baru (WUB), memberikan pelatihan secara gratis, memberikan alat gratis, modal dengan modal nol persen, serta fasilitasi pemasarannya untuk produk yang dihasilkan, baik pemasaran online maupun offline. 

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di era seperti sekarang.

"Revolusi industri memungkinkan kita untuk menjadi pengusaha baru, hari ini kita menghadapi era distrubsi dari berbagai elemen, orang biasa menjadi pengusaha besar, dan pengusaha besar tiba-tiba menjadi pengusaha kecil," kata Baddrut Tamam kepada TribunMadura.com, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Polres Pamekasan Percepat Vaksinasi Merdeka untuk Para Pelajar

Saran Politisi PKB ini, untuk menjadi orang besar memerlukan keteguhan hati, tidak mudah layu apabila mendapat tekanan dan ancaman.

Karena dalam merubah sesuatu yang kecil harus melewati tantangan yang besar.

"Betapapun ancaman, hinaan harus dijalani oleh kita semua yang sedang menjalani perubahan-perubahan besar," ujarnya.

Bupati murah senyum ini menceritakan, Presiden pertama Indonesia saat merebut kemerdekaan negeri ini dengan kerja keras. 

Bahkan, walaupun yang bersangkutan telah bekerja keras, menahan gempuran dari penjajah masih ada yang menganggap remeh atas perjuangan yang dilakukan tersebut.

"Bung Karno founding father kita, dulu sejak merebut Indonesia dari penjajah bukan tidak dihina, bukan tidak diamputasi dari segala hal, dipenjara dan lain-lain. Namun setelah Indonesia merdeka baru bangsa Indonesia mengakui kalau Bung Karno adalah proklamator," tegasnya.

Tokoh yang masuk bursa layak memimpin Jawa Timur ini menegaskan, seseorang yang ingin melakukan perubahan harus kuat menerima ancaman, hinaan dan akhlak tidak terpuji lainnya, termasuk seorang pemimpin, karena yang dilakukan itu demi kemaslahatan rakyatnya.

Pemkab Pamekasan saat ini tengah melakukan perubahan besar agar daerah yang dipimpinnya mampu bersaing dengan kabupaten/kota maju lain di Indonesia dengan cara meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif menuju kebiasaan baru yang lebih produktif.

"Kita dalam melakukan perubahan juga begitu, dihina, diancam dan banyak hal yang membuat hati kita kurang nyaman. Tantangan itulah yang membuat kita menjadi generasi luar biasa, tidak ada pelaut handal tanpa pernah melewati ombak besar, kalau tidak mau tantangan jangan jadi pejuang," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved