Breaking News:

Berita Bangkalan

Inisiatif Bupati Ra Latif Usai Jalan Penghubung Desa di Bangkalan Ambles, ini yang Dilakukan

Akses jalan di Dusun Larlar itu terputus karena ambles hingga kedalaman 20 meter pada Sabtu (11/9/2021) malam, setelah hujan dengan intensitas tinggi

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron didampingi Kepala Pelaksana BPBD, Rizal Morris, dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Guntur Setiadi meninjau lokasi tanah longsor yang mengakibatkan terputusnya akses jalan di Dusun Larlar, Desa Tlagah, Kecamatan Galis, Minggu (12/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) langsung memerintahkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Bangkalan, Guntur Setiadi untuk segera membuat jalur alternatif begitu tiba di lokasi tanah longsor yang mengakibatkan amblesnya akses jalan di Desa Tlagah, Kecamatan Galis, Minggu (12/9/2021).

Akses jalan di Dusun Larlar itu terputus karena ambles hingga kedalaman 20 meter pada Sabtu (11/9/2021) malam, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah bagian utara Kabupaten Bangkalan selama kurang lebih satu jam.

Ra Latif mengungkapkan, kendati tidak menimbulkan korban jiwa, namun putusnya akses jalan akibat bencana tanah longsor ini akan mengganggu kegiatan masyarakat.

Termasuk aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Baca juga: Reshuffle Kabinet: Prediksi Pengamat, Tokoh yang Berpeluang Dapat Kursi Menteri, Siapa yang Dicopot?

“Tolong segera membuat jalan alternatif agar bisa digunakan sebagai akses sementara untuk mendukung kegiatan masyarakat di desa. Semoga minggu depan sudah bisa terealisasi,” perintah Ra Latif kepada Guntur yang mewakili Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangkalna, Ishak Sudibyo di lokasi.

Selain Guntur, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris bersama Tim Reaksi Cepat BPBD, Agen Bencana BPBD Jatim, personel Koramil Galis, kepala desa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat turut mendampingi Ra Latif.

Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Bangkalan, hujan lebat selama kurang lebih satu jam telah mengakibatkan tanah longsor pada tebing penahan jalan di dua lokasi; jalan penghubung antar Kecamatan Konang dan Galis dan jalan penghubung antar Desa Galis Dajah Dajah, Desa Tlagah, Desa Durin, Desa Tokaban, dan Desa Dabung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris memaparkan, longsornya penahan jalan penghubung antar Kecamatan Konang dan Galis mengakibatkan jalan ambles sepanjang 35 meter dengan ketinggian 4,9 meter.

“Sedangkan tanah amblesnya jalan penghubung antar Desa Galis Dajah, Desa Tlagah, Desa Durin, Desa Tokaban, dan Desa Dabung sepanjang 25 meter, lebar 2,2 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter,” pungkas Rizal.  

Ia mengimbau masyarakat Bangkalan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi masa pancaroba atau peralihan musim yang berpotensi memicu terjadinya cuaca ekstrim.

Kecamatan Galis, Konang, Geger, dan Kokop memang diklasifikasikan BPBD Bangkalan sebagai wilayah-wilayah rawan bencana tanah longsor.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bangkalan, Guntur Setiadi menyatakan,  pihaknya langsung melakukan pengkajian hingga memunculkan estimasi pembiayaan mulai dari pekerjaan pengurukan, pembangunan penahan tebing hingga pembangunan jalan ambles.

“Ini sebatas estimasi kasar, kalau untuk tebing penahan jalan yang juga hampir longsor ditaksir memakan biaya sekitar Rp 150 juta,” singkat Guntur. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved