Breaking News:

Sejarah

Sosok Amir Syarifuddin, Tokoh PKI yang Diselamatkan Soekarno-Hatta, Tapi Akhir Hayatnya Tragis

Sebelumnya, Amir Syarifuddin pernah menjadi bagian dalam Kongres Pemuda II 1928 yang belakangan dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Editor: Aqwamit Torik
Wikipedia.org
Amir Syarifuddin, tokoh PKI yang pernah diselamatkan Soekarno Hatta 

TRIBUNMADURA.COM - Simak sosok Amir Syarifuddin, seorang tokoh PKI yang terlibat dalam peristiwa Madiun 1948.

Amir Syarifuddin ternyata pernah menjadi pejabat penting Indonesia.

Bahkan dalam kiprahnya, ia pernah diselamatkan oleh Soekarno-Hatta.

Hingga akhirnya ia mengakui dirinya adalah tokoh PKI.

Latar belakang terjadinya peristiwa Madiun 1948 adalah jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin karena tidak lagi mendapat dukungan setelah kesepakatan Perjanjian Renville.

Sebelumnya, Amir Syarifuddin pernah menjadi bagian dalam Kongres Pemuda II 1928 yang belakangan dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Baca juga: Sering Dipakai Nama Jalan Besar, Inilah Profil Jenderal Ahmad Yani, Anak Emas Presiden Soekarno

Melansir Kompas.com, Amir menjadi salah-satu wakil Jong Sumatra dan ikut membidani kelahiran organisasi Jong Batak.

Pada 1937, Amir mendirikan Partai Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), yang berusaha membina segenap kekuatan-kekuatan antifasis dan prodemokrasi.

Belakangan, dia mengakui menerima uang dari pemerintah Belanda pada 1941 untuk "membiayai jaringan di bawah tanah" melawan invasi fasisme dan militerisme Jepang, tulis Ben Anderson dalam buku Revoloesi Pemuda, Pendudukan Jepang dan Pelawanan di Jawa 1944-1946 (1988).

Saat Jepang masuk, awal 1943, Amir ditangkap Kempetai Jepang dan dijatuhi hukuman mati, karena dianggap mengorganisasi gerakan gawah tanah - hukuman itu tidak pernah dijalankan setelah ada intervensi Soekarno-Hatta.

Halaman
12
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved