Breaking News:

Berita Sampang

Tak Terima Dituntut 14 tahun, Terdakwa Kasus Pembunuhan Tokoh Masyarakat di Sampang Ajukan Pledoi

terdakwa Hariyanto (31) asal Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang dituntut 14 tahun penjara oleh Jaksa

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Tersangka pelaku pembunuhan tokoh masyarakat saat berada di Mapolres Sampang, Madura, Selasa (20/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kasus perkara pembunuhan Tokoh Masyarakat Suliman (48) warga Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura terus bergulir.

Bahkan, saat ini sudah masuk ke Pengadilan Negeri (PN) setempat dengan tahapan sidang penuntutan yang digelar pekan kemarin (29/9/2021).

Alhasil, terdakwa Hariyanto (31) asal Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang dituntut 14 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Humas PN Sampang Afrizal menjelaskan bahwa, saat persidangan dilakukan, JPU memaparkan fakta dan barang bukti dari kasus tersebut.

Kemudian menuntut terdakwa 14 tahun penjara lantaran terbukti melanggar pasal 30 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Puluhan ASN Sumenep Bolos Massal hingga Sidang Pedofil di Sampang

Akan tetapi, terdakwa keberatan atas tuntutan yang dibacakan oleh JPU tersebut, sehingga akan mengajukan pledoi atau pembelaan.

"Pada saat itu, terdakwa mengajukan pledoi karena memang  majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (4/10/2021).

Adapun, terdakwa nantinya akan mengajukan pledoi secara tertulis dan agenda sidang pembelaan akan digelar dalam pekan ini.

Lebih lanjut, kata Afrizal terdakwa tidak pernah mengajukan saksi yang meringankan dirinya saat mengikuti proses persidangan.

Namun, pihaknya akan tetap memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan terhadap tuntutan yang sudah dilayangkan.

"Maka kami berikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyusun pledoinya," pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan terhadap Suliman yang tidak lain adalah saudara Kepala Desa Paopele Laok itu terjadi pada April 2021 lalu.

Di mana Korban dibunuh oleh tiga orang pelaku hingga mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya dan ditemukan terbaring di jalan desa setempat.

Untuk dua pelaku lainnya hingga saat ini berstatus DPO alias masih berkeliaran.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved