Berita Sumenep

Ketua TP PKK Sumenep Nia Kurnia Fauzi Ajak Masyarakat Jauhi Narkoba Demi Selamatkan Anak Bangsa

Nia Kurnia Fauzi menegaskan, bahwa penyuluhan ini bertujuan untuk memperkuat aksi dan kerja sama secara global serta meningkatkan kesadaran masyarakat

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi dalam sosialisasi di Kecamatan Batuan Sumenep, Senin (25/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi mengajak masyarakat untuk mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba demi untuk diri sendiri dan menyelamatkan anak bangsa.

Ajakan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan "Sosialisasi Penyuluhan Keluarga Berencana di Sumenep Tahun 2021" yang digelar di Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep pada hari Senin (25/10/2021).

Kegiatan ini merupakan kemitraan program TP PKK Kabupaten Sumenep dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A dan KB).

Dari itulah Nia Kurnia Fauzi menegaskan, bahwa penyuluhan ini bertujuan untuk memperkuat aksi dan kerja sama secara global serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba.

Menurutnya, masyarakat harus terus diingatkan bahwa bahaya narkoba sudah ada jauh sebelum virus corona ini muncul.

"Semuga melalui acara ini dapat diwujudkan keluarga berencana yang berkualitas dan dijauhkan dari penyalahgunaan narkoba.

Istri Bupati Sumenep ini menuturkan, bahwa salah satu indikator dari keluarga sehat itu terbebas dari narkoba. Alasannya, jika barang haram itu sudah masuk dan terjadi maka dapat mengancurkan mental dan masa depan anak bangsa.

Baca juga: Jadwal Tes SKB CPNS 2021 Dimulai 15 November, Ini Daftar Instansi yang Masuk Jadwal Seleksi Tahap 1

"Oleh sebab itu ada logika, jika ingin m3nghancurkan sebuah bangsa, kenalkan pemudanya dengan narkoba, narkoba menjadi pintu masuk untuk merusak generasi bangsa. Kenapa, karena efek yang ditimbulkan dari narkoba itu akan berkaitan dengan aksi lainnya," katanys.

Aksi lainnya itu diantaranya, seperti suka bermain judi, aksi kriminalitas dan tindakan tak bermoral lainnya.

Karena itu kata Anggota DPRD Sumenep ini, sanga penting menjadikan keluarga sebagai benteng untuk menghindarkan kita dari pengaruh narkoba.

"Keluarga yang bahagia dan terencana  akan bisa menjadi filter terhadap prilaku menyimpang," ucapnya.

Baca juga: Tak Disangka, Ternyata Raja Firaun Diduga Bertubuh Gemuk, Para Ilmuwan Bongkar Kebiasaan Buruk

Sesuai data yang tercatat di Mapolres Sumenep pada Tahun 2020,  jumlah kasus  yang ditangani mencapai 106 kasus. Dan jumlah tersangka sebanyak 164 orang terangka yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

"Sedangkan untuk kasus penyalahgunaan narkoba Tahun 2021 hingga pada bulan Oktober 2021 ini berjumlah 40 kasus, dan dengan jumlah tersangka sebanyak 69 orang," ungkapnya.

Hal ini kata Nia Kurnia Fauzi, jika dilihat dari data tersebut menunjukkan ada hasil yang mulai membaik dari segala upaya yang sudah dilakukan.

"Meskipun indikasi tersebut bukan satu-satunya cara untuk mengukur tingkat peredaran penyalahgunaan narkoba. Maka berkaitan dengam semua itu, saya berharap peran sentra para kader untuk pro aktif melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat," harapnya.

Baca juga: Greg Nwokolo Santer Dikaitkan dengan Madura United, Terungkap Sebab Kepergiannya dari Tim Musim Lalu

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved