Rahasia Besar 'Mayat Abadi' Mumi Mesir Kuno Diungkap Ilmuwan, Formula Hingga Resep Pengawetan

Mumi itu tidak pernah mengalami perawatan konservasi, sehingga memberikan kesempatan unik untuk mempelajari kimia Mesir kuno yang tidak tercemar.

Editor: Aqwamit Torik
AFP
Penampakan mumi dari zaman peradaban Mesir kuno 

TRIBUNMADURA.COM - Metode mumi atau membuat 'mayat abadi' dikenal sebagai metode yang digunakan oleh bangsa Mesir kuno.

Biasanya, proses mumi ini dilakukan kepada mayat bangsawan atau raja yang telah meninggal.

Kini, para ilmuwan menguak formula pembalseman ala Mesir kuno yang asli.

Rahasia itu terungkap usai para ilmuwan meneliti mumi yang ditemukan.

Serangkaian tes kimia forensik yang dilakukan pada mumi yang berasal dari 3.700-3.500 SM mengungkapkan formula dan menegaskan bahwa itu dikembangkan jauh lebih awal dan digunakan lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Museum Mesir di Turin, Italia, sekarang menjadi rumah bagi mumi yang dimaksud.

Baca juga: Hentikan Kebiasaan Membuang Benda ini ke Wastafel, Simak Mitos Hingga Faktanya, Bikin Rusak?

Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science.

Dr Stephen Buckley, seorang arkeolog dari University of York, mengatakan kepada BBC News bahwa mumi ini "secara harfiah mewujudkan pembalseman yang merupakan jantung mumifikasi Mesir selama 4.000 tahun".

Melansir BBC News (16 Agustus 2018), Dr Buckley dan rekan-rekannya mengerjakan "sidik jari" kimia dari setiap bahan, meskipun setiap elemen bisa berasal dari sejumlah sumber.

Jadi formula dasarnya adalah:

- minyak tumbuhan - mungkin minyak wijen;

- tanaman "tipe balsam" atau ekstrak akar yang mungkin berasal dari bullrushes;

Baca juga: Simak Teks Sumpah Pemuda dan Deretan Tokohnya, ada Lima Faktor Memperkokoh Persatuan Indonesia

- permen karet nabati - gula alami yang mungkin telah diekstraksi dari akasia;

- yang terpenting, resin pohon konifer, yang mungkin adalah resin pinus

- Ketika dicampur ke dalam minyak, resin itu akan memberinya sifat antibakteri, melindungi tubuh dari pembusukan.

Halaman
123
Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved