Breaking News:

Berita Sumenep

Pemkab Sumenep Deklarasikan "Panggil Aku Guru" Sebagai Penghormatan atas Jasa Para Guru

"Panggil Aku Guru" merupakan salah satu upaya dalam rangka menguatkan karakter,  mengembalikan citra, harkat dan martabat para guru

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Guru Nasional 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pendidikan menggelar deklarasi Panggil Aku Guru, sebagai bentuk aspresiasi dan penghargaan kepada guru di daerahnya.

Deklarasi Panggil Aku Guru itu digelar di Gedung KORPRI Kabupaten Sumenep pada hari Sabtu (27/11/2021) pukul 08.30 WIB.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan "Panggil Aku Guru" merupakan salah satu upaya dalam rangka menguatkan karakter,  mengembalikan citra, harkat dan martabat para guru baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

"Kami ingin peserta didik atau siswa dan masyarakat terbiasa memanggil Pak atau Ibu guru, kenapa ? itu adalah bentuk pengakuan dan penghormatan kepada profesi seorang guru di Kabupaten Sumenep. Guru sebagai pejuang pendidikan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul," kata Achmad Fauzi.

Baca juga: Dampingi Dansat Brimob Polda Jatim Kapolres Sumenep Cek Kesiapan Pilkades Serentak

Deklarasi ini katanya, hanya narasi kecil agar setiap diri yang pernah menjadi peserta didik atau siswa menghargai jasa guru. Oleh karena itu, apapun profesi orang saat ini, seperti teman-teman media dan dirinya menjadi Bupati, harus mengakui tidak lepas dari peran guru.

"Panggil Aku Guru" katanya, sebuah bentuk refleksi dan cermin hati bagi siapa saja untuk sekadar belajar menghargai profesi guru yang amat mulia guna menentukan karakter masyarakat pada masa mendatang.

"Saya harapkan masyarakat jangan sampai melupakan, bahkan terkadang abai atas jasa guru, karena berkat dirinya bisa melahirkan orang hebat apapun itu profesinya," katanya.

Orang nomor satu di Pemkab Sumenep ini menyatakan, atas nama pemeritah daerah untuk menindaklanjuti Panggil Aku Guru telah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai pedoman untuk penghormatan kepada profesi guru, meskipun tidak meminta penghargaan walaupun sebenarnya memang pantas mendapatkannya. 

"Kami siapkan peraturannya untuk membiasakan siswa dan masyarakat memanggi Pak atau Ibu Guru sebagai penghargaan agar merasa bahwa mereka itu adalah guru yang jasanya tidak lekang oleh waktu," katanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) Kabupaten Sumenep Moh. Iksan mengatakan, Peraturan Bupati Panggil Aku Guru selain sebagai penghargaan, juga mengingatkan kepada guru bahwa profesinya itu tidak bisa terpisah dari dirinya sepanjang waktu baik di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat, tetap panggilannya Bapak atau Ibu Guru.

"Karena itulah, para guru tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mencontohkan secara faktual bagaimana nilai-nilai kebaikan dalam prilaku keseharian, sebagai seorang teladan peserta didik serta masyarakat," kata.

Deklarasi tersebut, ditandai dengan  dilakukan penandatanganan Deklarasi Panggil Aku Guru oleh Bupati Sumenep, Wakil Bupati Dewi Khalifah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Moh. Iksan dan para guru melalui organisasi profesi guru se-kabupaten Sumenep.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved