Breaking News:

Berita Bangkalan

Seperti UGD Berjalan Ambulan PSC 119 Milik Dinkes Bangkalan untuk Tingkatkan Pelayanan

Layaknya ruang UGD berjalan, Ambulan PSC 119 dilengkapi dengan peralatan medis Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo mengecek sekaligus menyerahkan Ambulan PSC 119 dari Kementerian Kesehatan di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Selasa (30/11/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALANPemkab Bangkalan terus berupaya meningkatkan akselerasi layanan kesehatan masyarakat. Setelah didukung armada Ambulan Peduli Tretan Dhibi’ (Amphibi) untuk menjemput pasien Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (Biakes Maskin) di pelosok, kini Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) memperkuat dengan satu unit ambulan canggih layaknya ruang Unit Gawat Darurat (UGD) berjalan.

Ambulan tipe Emergency VVIP disebut juga Ambulan Gawat Darurat atau Sistem Penanggulangan Gawat Darurat (SPGD). Namun ambulan yang diserahkan Ra Latif ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan itu lebih dikenal dengan sebutan Public Safety Service (PSC) 119 dengan visi menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kegawatdaruratan medis.

“Ambulan PSC 119 ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan melalui DAK (Dana Alokasi Khusus). Tahun ini kami menerima satu unit, insya Allah tahun depan bisa menerima 5 unit,” ungkap Ra Latif di halaman Dinas Kesehatan  Kabupaten Bangkalan, Selasa (30/11/2021).

Layaknya ruang UGD berjalan, Ambulan PSC 119 dilengkapi dengan peralatan medis Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Seperti alat resusitasi manual/automatic, suction pump, peralatan monitoring kerja jantung dan nafas, serta sejumlah perlengkapan medis lainnya untuk penanggulangan kondisi darurat pasien.   

Baca juga: Capaian Vaksinasi di Bangkalan Masih Rendah, Kepala Dinkes Ungkap Sebab, Singgung Sikap Masyarakat

Ambulan tipe ini juga dirancang khusus untuk Pertolongan Penderita Gawat Darurat Pra Rumah Sakit, pengangkutan penderita gawat darurat yang sudah distabilkan dari lokasi kejadian ke tempat tindakan definitif atau ke rumah sakit, sebagai kendaraan transportasi rujukan atau ambulan pelayanan medik bergerak.

Ambulan PSC 119 dikonsep dengan tujuan menurunkan angka kecacatan dan kematian pada kejadian gawat darurat serta sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengevakuasi korban/pasien gawat darurat, pemandu pertolongan pertama, kasus pra fasilitas pelayanan kesehatan, kecelakaan lalu lintas, kegawatdaruratan medis di rumah, hingga konsultasi kesehatan.

“PSC 119 merupakan ambulan dengan fasilitas kesehatan paling lengkap, sesuai standar Kementerian Kesehatan. Saya harap bisa dioperasikan secara efektif dan optimal, masyarakat dengan mudah mengakses sehingga penanganan kegawatdaruratan bisa tertangani secara cepat dan tepat,” pungkas Ra Latif.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo menambahkan, pengoperasian Ambulan PSC 119 menggunakan SPGD Terpadu dengan sistem penanggulangan pasien gawat darurat yang terdiri dari unsur pelayanan pra rumah sakit, layanan di rumah sakit, dan antar rumah sakit.

“Layanan respon cepat kepada masyarakat awam dengan memaksimalkan petugas medis, layanan ambulan gawat darurat, dan sistem komunikasi,” singkat mantan Kepala Puskesmas Blega itu.

Layanan respon cepat itu tergambar pada bagian interior Ambulan PSC 119 yang dilengkapi bangku buka-tutup khusus dokter dan jok perawat atau tenaga medis. Pada bagian plafon terdapat gantungan cairan infus dan sejumlah lampu penerang untuk penanganan pasien.

Terdapat pula lemari peralatan yang cukup besar untuk menampung persediaan obat-obatan, terpasang juga tabung oksigen, wastafel, brankar multifungsi dan landasan bawah untuk tempat scoop stretcher serta long spinal board

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved