Apa Tujuan Supersemar Dikeluarkan, Hingga Membuat Kekuasaan Soekarno Runtuh, Soeharto Naik

Penyerahan mandat kekuasaan ini dilatarbelakangi gejolak di dalam negeri setelah peristiwa G30S/PKI pada 1 Oktober 1965.

Editor: Aqwamit Torik
Kolase TribunMadura.com (Sumber: Wikipedia dan Nationaal Archief)
Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto 

TRIBUNMADURA.COM - Apa itu Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret yang sempat menuai kontroversi pada masanya?

Diketahui, Supersemar membuat kekuasaan Soekarno runtuh kemudian membuat kekuasaan Soeharto naik.

Supersemar berisi penyerahan mandat kekuasaan dari Presiden Soekarno ke Presiden Soeharto.

Surat itu dikeluarkan pada 11 Maret 1966.

Penyerahan mandat kekuasaan ini dilatarbelakangi gejolak di dalam negeri setelah peristiwa G30S/PKI pada 1 Oktober 1965.

MC Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (2007) menulis, demokrasi terpimpin Soekarno mulai runtuh pada Oktober 1965.

Baca juga: Sejarah Supersemar: Soekarno Tandatangani Supersemar di Bawah Ancaman dan Tergulingnya Orde Lama

Lantas apa tujuan dikeluarkannya Supersemar?

Ternyata, tujuan dikeluarkannya Supersemar adalah untuk tujuan ini.

Tentara menuding Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai dalang di balik pembunuhan tujuh jenderal.

Sikap ini memicu amarah dari para pemuda antikomunis, tapi apa sebenarnya isi Supersemar?

Pada akhir Oktober 1965, para mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dengan dukungan dan perlindungan tentara.

Ada juga KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia), dan kesatuan-kesatuan aksi lainnya (KABI, KASI, KAWI, KAGI).

Semuanya tergabung dalam Front Pancasila.

Selain memprotes Soekarno yang tak bersikap apa-apa terhadap peristiwa G30S, rakyat juga memprotes buruknya perekonomian di bawah Sukarno.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved