Berita Surabaya
3 Fakta Kecelakaan Honda Brio Dihantam Kereta Api di Surabaya, Korban Masih 19 Tahun & Cerita Saksi
Saat KA Sancaka Jurusan Surabaya-Bandung melintas dari arah utara ke selatan. Sukarno mengaku telah melakukan mekanisme pemberian tanda berhenti
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
"Dari arah barat. Kendaraannya kalau enggak salah 50 km/jam lebih," pungkas pria yang telah menjadi petugas penjaga perlintasan KA swadaya di sana sejak lima tahun lalu.
Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh seorang warga yang ikut duduk di pos perlintasan swadaya tersebut, Matsidi (45).
Pria bersarung itu mengaku, dirinya langsung berlari menjauh ke arah timur jalan, setelah mendapati adanya mobil berwarna merah itu, melaju kencang, tanpa ada upaya melakukan pengereman meskipun keberadaan KA semakin dekat.
Hal itu langsung dilakukannya, lantaran Matsidi tak ingin, dirinya mati konyol terseruduk mobil yang melaju seperti tanpa melakukan pengereman sama sekali.
Baca juga: Surabaya Berdarah, Pria Dibacok di Warkop Ditebas di Kaki, Polisi Buru Pelaku, Korban : Tolong Pak
"Tapi kalau mobil jalan kayak enggak ngerem saya duduk sini, saya lari takut ketemper mobilnya. Jadi waktu ketabrak enggak ngerem, saya lari ke sana. Itu kopi saya masih di situ," pungkas Matsidi saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.
- Para Korban Masih 19 Tahun
tiga orang di dalam mobil Honda Brio yang tewas akibat dihantam KA Sancaka di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Kebonsari Manunggal, Kebonsari, Jambangan, Surabaya Minggu (24/4/2022) malam, merupakan teman sepermainan.
Mereka bernama Abid Bahrain (19) warga Jalan Sidosermo, Wonocolo, Surabaya, sebagai pengemudi mobil bernopol L-1120-QC.
Kemudian, M Zidan Ibrahim (19) warga Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya, sebagai pemilik mobil berwarna merah tersebut.
Dan, Fairuz Aditya Maulana (19), warga Margorejo, Wonocolo, Surabaya, sebagai penumpang.
- Ibu Menangis histeris hingga Pingsan
ibunda Fairuz Aditya Maulana (19), korban tewas tabrakan kereta api (KA) Sancaka dengan Mobil Honda Brio di perlintasan tanpa palang pintu, di Jalan Kebonsari Manunggal, Kebonsari, Jambangan, Minggu (24/4/2022) malam, dua kali pingsan.
Tubuh perempuan berjaket warna cokelat itu, langsung ambruk setibanya di aspal jalan tepat depan teras kamar mayat RS Bhayangkara Surabaya.
Tangisannya pecah, apalagi saat anaknya yang lain memberitahukan nasib Fairuz yang dipastikan tewas dalam insiden tabrakkan tersebut. Tubuh Titik langsung lemas, seperti tidak lagi ada tenaga untuk bangkit.
Setelah beberapa saat ibu dan anak itu saling berpelukan untuk meluapkan perasaan duka mendalam.