Berita Bangkalan

Sandiaga Uno Kepincut dengan Peyek Kepiting Khas Bangkalan, Renyah Tanpa Ribet, Begini Kesannya

produk olahan makanan berupa Peyek Kepiting menarik perhatian Sandiaga Uno, Mas Menteri berusia 52 tahun itu langsung membeli

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (kiri) mengenalkan produk olahan Peyek Kepiting kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (tengah) di sela-sela Pelatihan dan Pembinaan UMKM di Taman Rekreasi Kota Bangkalan, Selasa (24/5/2022) malam 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Program Pelatihan dan Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) dijadikan ajang para pelaku usaha ekonomi kreatif untuk memajang produk unggulan mereka di harapan Menteri Parekraf Sandiaga Uno di Taman Rekreasi Kota Bangkalan, Selasa (24/5/2022) malam.

Dari sejumlah produk unggulan seperti batik dan kopiah khas adat masyarakat Bangkalan yang biasa disebut Tongkos, produk olahan makanan berupa Peyek Kepiting menarik perhatian Sandiaga Uno.

Mas Menteri berusia 52 tahun itu langsung memberikan sejumlah uang kepada pelaku ekonomi kreatif, Yuni di stand miliknya yang telah disediakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan.

“Mas Menteri membeli Peyek Kepiting senilai Rp 150 ribu, per bungkus saya lepas senilai Rp 18 ribu. Tetapi kalau di pasaran, harganya bisa Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu,” ungkap Yuni kepada Surya.

Baca juga: Sandiaga Uno Apresiasi Produk Jebolan WUB, Pastikan Pakai Batik Tulis Pamekasan di Event G20

Kumpulan Berita Lainnya seputar Bangkalan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Dalam dua tahun terakhir, keberadaan Peyek Kepiting dengan tagline ‘Menikmati Kepiting Tanpa Ribet telah menjelma sebagai camilan khas Kota Bangkalan. Selain telah merambah lapak-lapak di pasar modern seperti Bangkalan Plaza (Banplaz), pemasaran Peyek Kepiting Bangkalan sudah dilakukan secara massif hingga Surabaya dan Malang.

Yuni menjelaskan, selain penjualan secara offline, pihaknya juga menjual secara online. Kepiting yang diolah dengan cara mengambil daging, dibersihkan, kemudian dicampur dengan bahan tepung dan bumbu sangat disukai konsumen karena tinggal makan saja.

“Jadi tidak perlu mengupas cangkang. Perbandingannya satu banding satu. 1 KG daging kepiting akan diaduk dengan 1 KG tepung,” pungkas Yuni yang juga anggota Asosiasi UMKM Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno tidak hanya memberikan pelatihan dan pembinaan namun juga bertekad untuk go internasional memasarkan secara masif Peyek Kepiting produk dan produk kreatif olahan makanan yang ada di Kabupaten Bangkalan.

“Dengan harapan tidak hanya memproduksi produk tetapi juga para pelaku usaha kreatif bisa menjual sendiri produk mereka. Sehingga mampu meningkatkan penghasilan atau bahkan kelak bisa membuka usaha dan lapangan pekerjaan,” ungkap Sandiaga Uno.

Presiden RI Joko Widodo, lanjutnya, baru saja memberikan arahan yang cukup tegas bahwa keadaan sekarang ini penuh dengan ketidakpastian. Kondisi tersebut direspon Sandiaga Uno dengan mengambil langkah cepat melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Terutama dengan para pelaku ekonomi kreatif.

“Kita harus sampai di lapangan bersama masyarakat untuk memberikan solusi dan menciptakan peluang,” pungkas Sandiaga Uno.  

Sementara Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) mengungkapkan, kesempatan baik melalui program Pelatihan dan Pembinaan UMKM oleh Kemenparekraf diharapkan mampu melecut semangat kepada para pelaku usaha dalam upaya meningkatkan produktivitas.

“Mudah-mudahan niat dan ikhtiar beliau (Sandiaga Uno) untuk membesarkan sektor pariwisata di Madura. khususnya Kabupaten Bangkalan bisa berjalan dengan baik. Sesuai dengan harapan masyarakat yakni mendongkrak sektor ekonomi pasca pandemic,” ungkap Ra Latif.

Turut mendampingi Ra Latif yakni Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan, Ir Taufan ZS, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangkalan, H Moh Hasan Faisol, hingga sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan.  

Ra Latif berharap, program Pelatihan dan Pembinaan UMKM ini terus dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan dengan dukungan maksimal kreativitas ekonomi. Baik yang berupa kerajinan tangan ataupun inovasi olahan makanan.

“Kreasi tas atau topi, jaket seperti yang saya kenakan bersama Mas Menteri malam ini. Apalagi kopiah Tongkos telah kami sepakati melalui Perbup agar seluruh OPD mengenakan setiap Hari Rabu,” pungkas Ra Latif.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved