Berita Bangkalan

Bola Panas Kasus Korupsi Bantuan PKH di Bangkalan Terus Bergulir, Kejari Amankan 1 Orang Lagi

Tersangka AGA menyusul empat tersangka sebelumnya atas dugaan kasus penyelewengan dana bantuan PKH. Dengan nominal kerugian negara Rp2 Miliar

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Kejari Bangkalan menetapkan tersangka baru berinisial AGA (37), warga Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan, Kamis (14/7/2022) petang. Tersangka AGA menyusul empat tersangka sebelumnya atas dugaan kasus penyelewengan dana bantuan PKH. Dengan nominal kerugian negara hingga mencapai sekitar Rp 2 miliar. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Penyelidikan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan untuk warga miskin berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) terus menggelinding. Bahkan perlahan mulai merangkak naik.

Itu setelah Kejari Bangkalan menetapkan tersangka baru berinisial AGA (37), warga Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan, Kamis (14/7/2022) petang.

Tersangka AGA menyusul empat tersangka sebelumnya atas dugaan kasus penyelewengan dana bantuan PKH. Dengan nominal kerugian negara hingga mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangkalan kembali menetapkan dua tersangka berinisial AM dan SI atas kasus dugaan korupsi dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Keduanya digelandang ke tahanan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senin (11/7/2022) malam.

“Kami tetapkan hari ini tersangka baru, berinisial AGA yang merupakan koordinator dari PKH kecamatan. Ini rangkaian dari dugaan tindak pidana korupsi dari penyalahgunaan dana PKH Kemensos RI yang terjadi di Desa Kelbung, Kecamatan Galis,” ungkap Kasi Intel Kejari Bangkalan, Dedi Franky di hadapan awak media.

AGA merupakan tersangka kelima atas kasus dugaan korupsi dana bantuan PKH. Tiga hari sebelumnya, Senin (11/7/2022) malam. Kejari Bangkalan menetapkan tersangka ketiga dan keempat, yakni AM dan SI.

AM disebut Dedi sebagai pendamping PKH Desa Kelbung periode 2019-2021. Sedangkan perempuan berinisial SI itu tidak memiliki jabatan namun juga turut serta dalam penyelewengan dana bantuan untuk warga miskin itu.

Seperti diketahui, Kejari Bangkalan awalnya menetapkan isteri mantan Kepala Desa Kelbung berinisial SU serta pendamping PKH periode 2017-2018 berinisial MZ sebagai tersangka pertama dan kedua pada Selasa (28/6/2022).

Modus dalam penyelewengan dana bantuan PKH itu yakni mengambil, menguasai, dan mencairkan semua kartu milik penerima PKH sejak periode 2017-2021. Kejari merilis total penerima bantuan PKH Desa Kelbung sejumlah 300 warga miskin.

Baca juga: Buntut Kasus Korupsi Bantuan PKH, Kejari Bangkalan Kembali Tahan 2 Tersangka, Kerugian Rp2 Miliar

Kumpulan Berita Lainnya seputar Bangkalan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Setiap pemegang kartu bantuan PKH rata-rata berhak menerima sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta yang dicairkan setiap 3 bulan sekali.

“Tersangka baru (AGA) ini juga turut serta dan juga menikmati penyelewengan dana PKH di Desa Kelbung 2017-2021. Kerugian masih di angka Rp 2 miliar, Total tersangka hingga saat ini sejumlah 5 orang,” jelas Dedi.

Ia menambahkan, tersangka baru AGA tiba di Kantor Kejari Bangkalan sekitar pukul 10.00 WIB untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dengan status masih sebagai saksi. Ia baru ditetapkan tersangka sekitar pukul 16.00 WIB.

“Pemanggilan dua kali, pertama tidak hadir. Barulah pada pemanggilan kedua ini yang bersangkutan hadir. Karena ada bukti turut serta melakukan penyelewengan dana, jadi kami tetapkan tersangka dan langsung melakukan penahanan,” pungkasnya.

Disinggung berapa nominal aliran dana yang mengalir ke tersangka AGA? Dedi enggan menerangkan karena lebih ke arah teknis tim penyidik. Namun proses penyelidikan kasus tersebut masih terus menggelinding.

Tersangka AGA digelandang keluar ruang Tim Penyidik Kejari Bangkalan selepas waktu maghrib. Ia langsung dikirim ke sel tahanan Kejati Surabaya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved