Berita Bangkalan

Jawab Tantangan, Bangkalan Ploting Akses Suramadu, RDTR Terhubung dengan Perizinan Sistem Online

Akses menuju Jembatan Suramadu sisi Madura diplot Pemkab Bangkalan sebagai kawasan industri, perumahan, perdagangan jasa.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan, Alifin Rudiansyah memaparkan Peta Rencana Pola Tata Ruang yang menetapkan kawasan perkebunan, industri, permukiman, kawasan tanaman pangan, kawasan dilindungi, dan kawasan budidaya, Selasa (16/8/2022) 

 

Sedangkan WP Burneh yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan perdagangan jasa, pusat pengembangan kuliner, sentra industri rumah tangga, dan lumbung pangan didukung dengan hamparan kawasan lahan pertanian seluas 1.031,57 hektar dan seluas 189,99 hektar untuk kawasan perdagangan dan jasa.

 

Alif menjelaskan, WP KKJSM layer atau deretan berikutnya telah ploting sebagai kegiatan industri, perumahan dan permukiman. Sedangkan pada RDTR WP Burneh lebih ke arah perdagangan dan jasa namun cakupannya lebih kecil karena pihaknya tetap mempertahankan sebagian lahan-lahan pertanian irigasi teknis sebagai lahan pendukung pangan.

 

“Di KKJSM ada beberapa koridor yang juga telah kami siapkan untuk mendukungan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 80 Tahun 2019 dengan 8 proyek strategis nasional. Salah satunya adalah pembangunan akses jalan tol menuju pelabuhan internasional Tanjung Bulupandan dan juga pembangunan IISP (Indonesia Islamic Science Park),” jelasnya.  

Seperti diketahui, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan Kabupaten Bangkalan sebagai Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 bersama Malang dan Surabaya.

 

KKJSM diproyeksikan sebagai pintu gerbang dan kawasan pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura. Dengan peluang investasi sebagai kawasan industri berbasis sumber daya alam, Central Business District (CBD), serta pusat kajian Agama Islam dunia melalui IISP.   


Berdasarkan perencanaan WPS 13, kawasan akses Suramadu ini akan terintegrasi dengan pelabuhan internasional Tanjung Bulupandan di Kecamatan Klampis. Pra Feasibility Study (Pra FS) atau Studi Kelayakan Awal yang dilakukan Bidang Pengembangan Iklim dan Promosi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan, Pelabuhan Tanjung Bulupandan yang berlokasi di kawasan lepas pantai Kecamatan Klampis mempunyai kedalaman 18 mean Low Water Spring (mLWS).

 

Diperkirakan, kapasitas Pelabuhan Tanjung Bulupandan mencapai 2,7 juta teus dan didukung dengan kawasan industri dan pergudangan. Dengan demikian, Pemerintah Pusat memproyeksikan Tanjung Bulupandan sebagai Kota Pelabuhan yang menjadi poros dan simpul pertumbuhan ekonomi dan gerbang arus ekspor-impor barang dan jasa di Jawa Timur.

 

Selain Perpres 80, Kabupaten Bangkalan bersama Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto menjadi bagian Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) seperti yang telah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (Ripin) 2015-2035.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved