Berita Sampang

Tolak Kenaikan Harga BBM, Puluhan Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Sampang

para demonstran mulai berorasi dari depan SPBU Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga menuju ke depan gedung DPRD Sampang.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Susaana aksi tolak kenaikan BBM bersubsidi di depan gedung DPRD Sampang, Madura, Rabu (31/8/2022) siang. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama


TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kabupaten Sampang, Madura gruduk gedung DPRD setempat, Rabu (31/8/2022) siang.


Hal itu dilakukan sebagai aksi penolakan terhadap rencana pemerintah pusat dalam menaikkan Harga Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.


Tampak di lokasi, dengan dilengkapi atribut aksi, para demonstran mulai berorasi dari depan SPBU Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga menuju ke depan gedung DPRD Sampang.


Ketua Umum PC HMI Sampang Fitri Anisa mengatakan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi memiliki multiplier effect seperti inflasi yang tinggi, turunnya daya beli masyarakat dan meningkatnya angka kemiskinan.


Sebab, kondisi saat ini perekonomian masyarakat dapat dikatakan belum pulih sepenuhnya akibat pandemi Covid-19, bahkan kala masyarakat dikeluhkan akan tingginya harga minyak goreng.


"Seharusnya pemerintah bukan menaikkan BBM tapi lebih memperketat agar BBM Bersubsidi jatuh tepat sasaran pada masyarakat golongan menengah ke bawah," ujarnya.


Sesuai penelusuran dan kajian yang sudah dilakukan, Fitri Anisa menyampaikan setidaknya 60 persen konsumen yang menggunakan BBM subsidi adalah kelompok menengah atas dengan pemanfaatannya mencapai 80 persen dari total konsumsi BBM bersubsidi.


Padahal BBM bersubsidi diperuntukkan untuk kelompok masyarakat tidak mampu yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) berjumlah 26,16 juta jiwa per Maret 2022.


"Jadi membatasi dan memperkuat data kondisi ekonomi rakyat sehingga penyaluran tepat sasaran merupakan solusi yang terbaik, bukan malah menaikkan harga BBM," tegasnya.

Baca juga: Minimnya Petani Tembakau di Musim Kemarau, Harga Daun Mas di Sampang Meroket

Kumpulan Berita Lainnya seputar Sampang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


Ia menambahkan, solusi lainnya yakni, membatasi penerima manfaat BBM bersubsidi untuk jenis kendaraan tertentu seperti kendaraan roda dua angkutan umum dan angkutan logistik.


"Begitupun pembatasan BBM bersubsidi ini harus disertai dengan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kebocoran penyaluran BBM bersubsidi ke sektor industri pertambangan dan perkebunan," tuturnya. 


Sementara, tidak lama berorasi di deoan gedung DPRD, para demonstran seketika ditemui oleh sejumlah anggota dewan, salah satunya Wakil Ketua I Amin Arif Tirtana.


Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut memberikan respon baik sekaligus mendukung langkah demontran soal penolakan naiknya harga BBM bersubsidi.


Sebab pihaknya menyadari naiknya harga BBM ini akan mempengaruhi perekonomian masyarakat karena kebutuhan dasar akan ikut naik.


"Saya terima surat solusi yang ditawarkan teman-teman dan secepatnya kami kirim ke pemerintah pusat," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved