Berita Sampang

Awal Puncak Kemarau, Puluhan Desa di Sampang Terdampak Kekeringan, Berstatus Kering Kritis

Alhasil, di awal September 2022 ini tercatat dari 180 Desa di Kabupaten Sampang, sebanyak 63 desa berstatus kering kritis

Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Dampak kekeringan, tanaman milik petani di Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura kering, Jumat (20/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama


TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura memprediksi puncak musim kemarau di Kota Bahari terjadi pada September-November 2022.


Alhasil, di awal September 2022 ini tercatat dari 180 Desa di Kabupaten Sampang, sebanyak 63 desa berstatus kering kritis.


"Puluhan desa dengan status kering kritis ini tersebar di 10 kecamatan, jadi ada empat kecamatan yang tidak dilanda kekeringan diantaranya Kecamatan Jrengik, Ketapang, Omben dan Camplong," kata Ketua Pelaksana BPBD Sampang, Asroni, Kamis (1/8/2022).


Data desa terdampak kekeringan itu diketahui setelah BPBD Sampang berkoordinasi dengan 14 kecamatan se Kabupaten Sampang untuk melakukan pendataan.


Sebab, pihak kecamatan yang paling mengetahui kondisi desanya masing-masing.

Baca juga: Stok Obat PMK Melimpah, Dispertan-KP Sampang Pastikan Kedaluwarsa Masih Lama

Kumpulan Berita Lainnya seputar Sampang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


"Untuk pendataan rampung dilakukan, selanjutnya kita jadwalkan untuk melakukan pengecekan guna mengetahui kondisi sebenarnya," terangnya.


Dengan begitu, jika pengecekan selesai, pihaknya bakal menjalankan bantuan dengan mendroping air bersih ke desa terdampak.


Sedangkan sejauh ini, sudah berkoordinasi dengan PDAM selaku bagian pendistribusian air bersih.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved