Berita Sampang

11 Mahasiswa Pamekasan Diamankan Polres Sampang, Gelar Aksi Tolak Kenaikan BBM di Objek Vital

Kapolres Sampang, AKBP Arman mengatakan bahwa, alasan pihaknya mengamankan sejumlah mahasiswa itu lantaran mereka telah menyalahi aturan

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Suasana saat aktivis mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kabupaten Pamekasan menggelar aksi di depan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina di Jalan Raya Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (8/9/2022) siang. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama


TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sebanyak 11 mahasiswa dari Kabupaten Pamekasan diamankan Polres Sampang, Madura, Kamis (8/9/2022), siang.


Pasalnya, aktivis yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Pamekasan melakukan aksi tolak kenaikan BBM di objek vital nasional, tepatnya di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina di Jalan Raya Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang.


Kapolres Sampang, AKBP Arman mengatakan bahwa, alasan pihaknya mengamankan sejumlah mahasiswa itu lantaran mereka telah menyalahi aturan tentang penyampaian pendapat di muka umum.


Seperti ketentuan Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 pasal 9 ayat 2 huruf a, bahwa objek vital nasional tidak diperbolehkan melakukan unjuk rasa dalam radius 500 meter.


"Begitupun demontran ini hanya melakukan pemberitahuan aksi kepada pihak Pertamina Camplong, sedangkan tidak ke Polres Sampang," ujarnya.


Ia menambahkan, selama jalannya aksi upaya preventif telah dilakukan seperti peringatan agar pendemo membubarkan diri.


Bahkan, pendemo telah difasilitasi agar beberapa mahasiswa sebagai perwakilan untuk masuk ke dalam Pertamina guna menjalankan Audensi.


"Tapi mereka menghiraukan imbauan dan arahan yang sudah dilakukan, sehingga terpaksa kita mengamankan sebagai bentuk keamanan di wilayah setempat," tegas AKBP Arman.


Dirinya pun menegaskan jika dalam upaya paksa tadi, dilakukan secara baik, alias tanpa adanya kekerasan fisik maupun senjata.

Baca juga: Tragedi Berdarah di Sampang, Pria Bangkalan Bersimbah Darah Dibacok Orang Tak Dikenal, Terkapar

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Sampang hanya di GoogleNews TribunMadura.com


"Saat pengaman dilakukan kami sudah tekankan kepada personel jangan sampai gunakan kekerasan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved