Berita Gresik

Banyak Istri yang Gugat Cerai Suaminya di Gresik Akibat Masalah Ekonomi, Izin Poligami Ikut Andil

Faktor yang menyebabkan perceraian paling banyak adalah faktor ekonomi. Lebih rinci lagi, karena suami menafkahi tetapi kurang.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Aqwamit Torik
Shutterstock
Ilustrasi perceraian - Angka perceraian di Gresik tinggi, faktor ekonomi dan poligami ikut andil 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Istri menggugat cerai suami ternyata ikut andil dalam angka perceraian di Kabupaten Gresik.

Ribuan wanita setiap tahunnya menjadi janda di Gresik.

Humas Pengadilan Agama (PA) Gresik Kamaruddin mengatakan, dalam setahun rata-rata angka perceraian mencapai 3 ribu. Di tahun 2022, tepatnya data di bulan Agustus, sudah mencapai angka 2 ribu lebih. 


"Sekitar 90 persen sampai 85 persen cerai gugat. Istri yang menggugat cerai suami," kata Kamaruddin, Jumat (16/9/2022). 

Baca juga: Arti Mimpi Bertemu Mantan, Bisa Jadi Pertanda Baik Juga Sebaliknya di Dunia Nyata, Simak 5 Artinya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Faktor yang menyebabkan perceraian paling banyak adalah faktor ekonomi.

Lebih rinci lagi, karena suami menafkahi tetapi kurang.

Kemudian sama sekali tidak menafkahi karena suami sudah tidak bekerja atau tidak memiliki sumber penghasilan.

Terakhir, karena tidak nyaman dengan sistem keuangan yang lebih banyak dipegang suami. 


Selain faktor ekonomi, penyebab perceraian lainnya adalah hadirnya orang ketiga di sebuah rumah tangga. 


Penyebab lain yang jumlahnya tidak banyak yaitu izin poligami.

Rata-rata usia pasangan yang bercerai masih di bawah 40 tahun.

Memutuskan untuk berpisah. 


"Rata-rata usia produktif dibawah 35 tahun," tambahnya. 


Dalam beberapa tahun terakhir, angka perceraian masih di angka 3 ribuan. Pada tahun ini diprediksi menurun tetapi sedikit. (wil)
 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved