Berita Madura
Bakorwil Pamekasan Bahas Serius Soal Karut Marutnya Tembakau Madura, Petani Tembakau Jadi Perhatian
Selama ini petani tembakau di Madura sering merugi, akibat anjloknya harga yang diduga adanya permainan sejumlah oknum pembelian tembakau.
Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Karut-marut persoalan tembakau Madura, mulai dari rendahnya harga, pengambilan contoh yang melebihi ketentuan dan masuknya tembakau luar Madura ke Pamekasan untuk dicampur dengan tembakau Madura, terus menjadi pembahasan serius.
Kali ini, sejumlah pihak yang terlibat pesoalan tembakau, di antaranya petani tembakau, pengusaha tembakau, perwakilan pembelian tembakau, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di tiga kabupaten dan Dinas Pertanian dan Perkebunan tiga kabupaten, serta Paguyuban Pelopor dan Pedagang Tembakau (P4TM) se Madura, menggelar pertemuan, di ruang Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV, Pamekasan, Rabu (21/9/2022).
Dalam pertemuan yang digagas sekaligus dipimpin Kepala Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Pamekasan, Moh Gunawan Saleh, dihadiri Biro Perekonomian dan Biro Hukum Pemprov Jatim, berlangsung mulai pukul 09.30 hingga pukul 13.00.
Baca juga: Akhirnya Ditangkap 2 Pelaku Pembakaran Truk Tembakau di Pamekasan, Polisi Sebut Mau Kabur di Jember
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com
Wakil Ketua Umum P4TM, Abdul Bari, memamparkan, selama ini petani tembakau di Madura sering merugi, akibat anjloknya harga yang diduga adanya permainan sejumlah oknum pembelian tembakau. Selain itu, pengambilan contoh tembakau yang melebihi aturan.
Walau perda tata niaga tembakau diatur pengambilan contoh tidak lebih dari 1 kg, namun praktiknya, pengambilan contoh tembakau di atas 1 kg, bahkan antara 2 – 3 kg, masih berlangsung.
“Pengambilan contoh melebih aturan jelas merugikan petani. Dan alasan pihak gudang pembelian mengambil contoh itu, beralasan pabrik yang menghendaki. Tolong perwakilan pembelian tembakau yang ada di Pamekasan menjelaskan, apakah benar pabrik rokok minta contoh dalam jumlah besar,” kata Abdul Bari.
Dikatakan, selama ini di saat tembakau memasuki panen, dihembuskan dengan isu gudang pembelian tutup, sebelum semua tembakau dipanen. Ketika gudang pembelian itu tutup sebelum waktunya, petani panik dengan alasan stok tembakau sudah terpenuhi. Sehingga walaupun daun tembakau itu masih muda, petani terpaksa memetik, karena khawatir tidak terbeli. Akibatnya, harga tembakau anjlok.
Persoalan ini, sudah sering disampaikan ke Bakorwil dan Disperindag Jatim.
“Kami hanya ingin minta kepastian dan kejelasan, kapan gudang pembelian itu buka dan kapan tutp. Dan berapa sebenarnya kebutuhan pabrik terhadap komuditas milik petani di Madura ini,” kata Abdul Bari.