Berita Madura

Soal Lengsernya Achmad Jazuli Dari Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumenep, Fauzi As Akhirnya Buka Suara

Tokoh pengusaha muda Sumenep ini menilainya, pernyataan Achmad Jazuli di sejumlah media soal pengakuan kekecewaannya dinilai terburu-buru

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Fauzi As, Direktur Eksekutif Partai Demokrat Sumenep saat berikan keterangan, Rabu (28/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Direktur Eksekutif (DE) DPC Demokrat Sumenep, Fauzi As akhirnya buka suara soal lengsernya Achmad Jazuli dari posisi Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumenep.

Sebagaimana sebelumnya, Achmad Jazuli mengaku sangat kecewa dan merasa dikhianati partai yang dipimpin oleh Indra Wahyudi sebagai Ketua DPC Demokrat Sumenep.

Bagaimana tidak, sebagai Ketua Fraksi yang sah di kursi parlemen tiba-tiba posisi jabatannya itu dilengserkan tanpa ada pemberitahuan pada dirinya sebelumnya.

"Rapat pleno partai itu sudah menjadi keputusan," kata Fauzi As pada TribunMadura.com, Rabu (28/9/2022).

Tokoh pengusaha muda Sumenep ini menilainya, pernyataan Achmad Jazuli di sejumlah media soal pengakuan kekecewaannya dinilai terburu-buru. Sebab lanjutnya, keputusan dari rapat pleno partainya masih ada tahapan-tahapan berikutnya.

"Bahkan sekretaris DPC Partai Demokrat juga belum menandatangani, dan setelah lengkap baru dibacakan dipripurna dewan. Ketua fraksi lama itu mengomentari sesuatu yang belum selesai, sehingga terburu-buru. Seandainya dikoordinasikan dulu dengan Ketua DPC itu bisa dijelaskan bahwa itu bukan 100 persen," paparnya.

Menurutnya, dinamika di internal partai politik itu katanya sesuatu hal yang dianggap biasa.

Saat ditanya apakah sah dalam rapat pleno partai jika yang bersangkutan tidak diundang, pihaknya mengaku diundang atau tidak sebetulnya tidak wajib untuk diundang. Alasannya, karena yang rapat pleno tersebut itu pengurus harian partai.

Fauzi As menegaskan, pengurus harian partai demokrat memiliki hak untuk menginisiasi, siapapun pengurus harian itu.

Baca juga: Inilah Tanggapan Ketua DPC Demokat Sumenep Soal Lengserya Ketua Fraksi Demokrat, Sudah Koordinasi

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Sumenep hanya di GoogleNews TribunMadura.com

"Sementara Ketua Fraksi sesuai SK yang lama bukan pengurus harian, inisiatif untuk penyegaran itu pengurus harian, termasuk tandatangan Ketua DPC, Sekretaris dan pengurus harian partai. Maka ini lebih tepatnya regenerasi dalam partai," katanya.

"Jabatan ketua fraksi itu tinggal 1,5 tahun. Dan teman-teman butuh penyegaran saja supaya kader-kader yang belum pernah menempati posisi strategis di kelengkapan dewan bisa belajar untuk menambah pengalaman," katanya.

Dalam persoalan diinternal partai Demokrat Sumenep ini, pihaknya mengakui dengan jelas bahwa kebuntuan komunikasi.

"Hasil analisa terakhir itu kebuntuan komunikasi, mungkin karena ketua DPC  terlalu sibuk di Jakarta karena ada Rakernas kemaren. Sehingga tidak terkomunikasikan dengan baik dengan level-level di bawahnya, dan hal ini sudah dibicarakan dan keberatan teman teman sudah terakomodir dan sudah disepakati," terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved