Berita Madura

Tim Buser DKPP Pamekasan Menuju 25 Top Program Inovatif Jawa Timur, Program Inovasi Kelahiran Sapi

Program tersebut saat ini masuk dalam 45 program inovasi di Jawa Timur dalam kompetisi inovasi pelayanan publik

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin bersama Kepala DKPP Pamekasan, Ajib Abdullah sewaktu paparan program tim bunting serentak (tim buser). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Madura, memiliki program tim bunting serentak (tim buser) untuk mendukung ketahanan daging nasional.


Program tersebut saat ini masuk dalam 45 program inovasi di Jawa Timur dalam kompetisi inovasi pelayanan publik (kovablik) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. 


Program tersebut sebelumnya bersaing dengan ribuan program inovatif lainnya dari seluruh kabupaten/kota se Jawa Timur.


"Ini kompetisi bergengsi yang setiap tahun dilaksanakan, dan alhamdulillah masuk top 45. Kemarin Pamekasan mengirimkan tiga program inovatif, alhamdulillah tim buser ini masuk," kata Kepala DKPP Pamekasan, Ajib Abdullah, Rabu (5/10/2022).


Menurutnya, program tersebut tidak menutup kemungkinan akan mengikuti kompetisi tingkat nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (Kemenpan-RB) berupa kompetisi sistem inovasi pelayanan publik (sinopik) yang digelar setiap akhir tahun.


"Sekarang sudah proses masuk top 25, ini top terakhir, tidak ada lagi. Mungkin bulan depan ini sudah diketahui masuk apa tidak dalam top 25. Sebetulnya, program ini kami gagas untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Seandainya ada peluang untuk mengikuti kompetisi, itu bonus saja," jelasnya.


Penuturan Ajib Abdullah, dicetuskannya program tersebut untuk mempercepat layanan yang efektif dan efesien terhadap pemilik sapi untuk memeriksa kebuntingan sapi yang telah mendapat inseminasi buatan.


"Karena petugas kita terbatas, jadi tidak mungkin dilakukan kandang ke kandang, makanya ada inovasi ini untuk mengumpulkan sapi-sapi di desa binaan masing-masing," ujarnya.


Dia juga menerangkan, petugas nantinya akan melakukan kegiatan pemeriksaan dan kegiatan lainnya terhadap sapi yang telah dikumpulkan dalam satu tempat di desa binaan tersebut.

Baca juga: Bupati Baddrut Tamam Minta Guru di Pamekasan Didik Siswa dengan Teladan yang Baik, Jangan Pikir Uang

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan hanya di GoogleNews TribunMadura.com


Sehingga pelayanan bisa efektif, efesien dan cepat seiring petugasnya yang terbatas.


"Pemeriksaan kebuntingan dilaksanakan secara massal dan serentak, serta melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang tidak berhasil bunting setelah inseminasi buatan itu. Sehingga, apabila mengalami gangguan reproduksi bisa segera diobati supaya bisa diinseminasi buatan lagi," ucapnya.


Program itu juga untuk memperpendek jarak kelahiran sapi untuk mendukung ketahanan daging nasional. 


Dalam kegiatan itu tidak sebatas pemeriksaan kebuntingan, melainkan pemeriksaan betina produktif, bantuan pengobatan gratis, pelayanam inseminasi buatan, dan kegiatan lainnya.


"Program ini, dalam satu waktu bisa melayani beberapa jenis layanan, otomatis populasinya meningkat karena produktifitasnya meningkat, pendapatan peternak meningkat, dan sejahtera," pungkasnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved