Berita Madura

Reaktivasi Kereta Api di Madura Gubernur Jatim Khofifah Sudah Surati Menhub

Dijelaskannya bahwa reaktivasi jalur kereta api Madura telah masuk dalam tujuh besar prioritas reaktivasi jalur mati Jatim

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Fatimatuz Zahroh
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat hadir dalam FGD Reaktivasi Kereta Api Madura, yang digelar di Hotel Inna Simpang, Selasa (21/3/2023). 

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa mengapresiasi gagasan besar pemerintah yang merancang Perpres 80 tahun 2019, yang di dalamnya memuat proyek reaktivasi jalur kereta Madura. Pria berdarah Madura itu meyakini, jika terealisasi, proyek tersebut akan sangat menguntungkan masyarakat Madura.

"Walau tidak segampang membalikan telapak tangan, ini perlu kita dukung," kata Ali.

Ali mengatakan, untuk merealisasikan seluruh proyek dalam Perpres 80 tahun 2019 membutuhkan investasi besar. Bahkan, khusus untuk proyek-proyek di Pulau Madura saja, nilai investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 40 triliun.

Selain itu, yang juga menurutnya harus menjadi perhatian adalah sosialisasi terhadap masyarakat Madura, agar proyek-proyek tersebut bisa berjalan sesuai rencana.

"Sosialisasi harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan ala Madura. Dulu pembangunan Jembatan Suramadu aja awalnya dapat penentangan. Tapi akhirnya mereka menerima juga dan Suramadu jadi dibangun walaupun tidak memberikan efek signifikan terhadap ekonomi warga Madura," kata Ali.

Sementara itu, Ketua DPP Madura Asli (Madas), Berlian Ismail Marzuki yang juga hadir dalam forum ini mengatakan, warga Madura sangat menantikan pembangunan infrastruktur yang menyambungkan Pulau Garam tersebut. Baik itu proyek pembangunan Tol Trans Madura, maupun reaktivasi jalur kereta Madura

Berlian pun menjelaskan alasan warga Madura banyak yang lebih memilih merantau ketimbang tinggal di tanah kelahirannya.

Itu tak lain karena keterbatasan infrastruktur di sana, membuat pengembangan daeeah sulit dilaksanakan. Akibatnya masyarakat lebih memilih merantau dalam upaya mencari penghidupan yang layak. 

“Kenapa Madura banyak merantau, karena di tanah kita gak bisa (berkembang) karena aksesnya terhambat. Kalau ini (jalur kereta) dibuka tentu yang diuntungkan ya masyarakat Madura," ujarnya.

Terkait sosialisasi agar masyarakat tidak menentang proyek tersebut, menurut Berlian tidaklah sulit. Masyarakat Madura diakuinya sangat terbuka dan harmonis. Hanya saja terkadang cara sosialisasi yang dilakukan salah. 

“Misal ada sosialisasi untuk tol dan infrastruktur lainnya, tinggal deketin orang tuanya, gurunya, pemimpinnya, tokohnya, siapapun akan diem setuju,”ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved