Berita Madura
Reaktivasi Kereta Api di Madura Gubernur Jatim Khofifah Sudah Surati Menhub
Dijelaskannya bahwa reaktivasi jalur kereta api Madura telah masuk dalam tujuh besar prioritas reaktivasi jalur mati Jatim
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa mengapresiasi gagasan besar pemerintah yang merancang Perpres 80 tahun 2019, yang di dalamnya memuat proyek reaktivasi jalur kereta Madura. Pria berdarah Madura itu meyakini, jika terealisasi, proyek tersebut akan sangat menguntungkan masyarakat Madura.
"Walau tidak segampang membalikan telapak tangan, ini perlu kita dukung," kata Ali.
Ali mengatakan, untuk merealisasikan seluruh proyek dalam Perpres 80 tahun 2019 membutuhkan investasi besar. Bahkan, khusus untuk proyek-proyek di Pulau Madura saja, nilai investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 40 triliun.
Selain itu, yang juga menurutnya harus menjadi perhatian adalah sosialisasi terhadap masyarakat Madura, agar proyek-proyek tersebut bisa berjalan sesuai rencana.
"Sosialisasi harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan ala Madura. Dulu pembangunan Jembatan Suramadu aja awalnya dapat penentangan. Tapi akhirnya mereka menerima juga dan Suramadu jadi dibangun walaupun tidak memberikan efek signifikan terhadap ekonomi warga Madura," kata Ali.
Sementara itu, Ketua DPP Madura Asli (Madas), Berlian Ismail Marzuki yang juga hadir dalam forum ini mengatakan, warga Madura sangat menantikan pembangunan infrastruktur yang menyambungkan Pulau Garam tersebut. Baik itu proyek pembangunan Tol Trans Madura, maupun reaktivasi jalur kereta Madura.
Berlian pun menjelaskan alasan warga Madura banyak yang lebih memilih merantau ketimbang tinggal di tanah kelahirannya.
Itu tak lain karena keterbatasan infrastruktur di sana, membuat pengembangan daeeah sulit dilaksanakan. Akibatnya masyarakat lebih memilih merantau dalam upaya mencari penghidupan yang layak.
“Kenapa Madura banyak merantau, karena di tanah kita gak bisa (berkembang) karena aksesnya terhambat. Kalau ini (jalur kereta) dibuka tentu yang diuntungkan ya masyarakat Madura," ujarnya.
Terkait sosialisasi agar masyarakat tidak menentang proyek tersebut, menurut Berlian tidaklah sulit. Masyarakat Madura diakuinya sangat terbuka dan harmonis. Hanya saja terkadang cara sosialisasi yang dilakukan salah.
“Misal ada sosialisasi untuk tol dan infrastruktur lainnya, tinggal deketin orang tuanya, gurunya, pemimpinnya, tokohnya, siapapun akan diem setuju,”ujarnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Wagub Jatim
Emil Elestianto Dardak
kereta api
PT KAI
Madura
TribunMadura.com
Tribun Madura
Transportasi Murah Meriah Trans Jatim Surabaya-Madura, Bayar Rp 5 Ribu Bisa Nikmati Fasilitas Nyaman |
![]() |
---|
Sudah Ada TransJatim, Warga Madura Ternyata Masih Suka Naik Bus Rute Jauh |
![]() |
---|
Kronologi Meninggalnya Warga Madura di Gurun Pasir saat Ingin Naik Haji Secara Ilegal |
![]() |
---|
Kunjungi Kangean, Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Budidaya Lobster Milik PT Balad Grup |
![]() |
---|
Bangkalan Larang Kelulusan SD-SMA Pakai Toga, Cukup Tasyakuran, Ikuti Gebrakan Gubernur Dedi Mulyadi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.