Berita Madura

Petugas Lapas Narkotika Pamekasan dan 238 WBP Kompak Salat Tarawih Berjemaah, Sambut Ramadan Gembira

Tanpa terkecuali para WBP dan petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan juga berpuasa serta melangsungkan salat Tarawih

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Suasana saat Plt Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Eddy Junaedi saat memberikan ceramah usai Tarawih berjamaah perdana di Masjid Baiturrahman Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Setelah ditetapkannya awal Ramadan 1444 Hijriah oleh Pemerintah yang jatuh pada Kamis tanggal 23 Maret 2023, seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa selama 30 hari lamanya, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. 

Selain ibadah puasa, setiap malamnya, seusai salat Isya juga dilaksanakan salat Tarawih. 

Tanpa terkecuali para WBP dan petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan juga berpuasa serta melangsungkan salat Tarawih.

Setelah salat Isya berjemaah, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan menggelar salat Tarawih berjamaah perdana di Masjid Baiturrahman Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan.

Tarawih pertama itu diikuti oleh petugas dan 238 WBP. 

Baca juga: Redina Elfa Staf Kepegawaian Lapas Narkotika Pamekasan Dapat Piagam Penghargaan dari Kalapas

Tampak para WBP antusias mengikuti salat Tarawih pertama di tahun ini.

Plt. Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Eddy Junaedi memberikan ceramah. 

Ia menyampaikan, sangat beruntung seseorang yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dan beribadah puasa pada bulan Ramadan.

Dirinya mengajak seluruh pegawai dan WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan agar menyambut Ramadan ini dengan penuh suka cita.

"Insyaallah, senangnya kita akan datangnya bulan suci Ramadan akan menambah motivasi dan energi agar kita bisa maksimal memanfaatkan momen Ramadan ini untuk beribadah pada Allah SWT," kata Eddy Junaedi, Selasa (29/3/2023) malam.

Penuturan dia, jika menjalani puasa dengan senang insyaallah menjadi ringan.

Namun jika menjalani puasa dengan terpaksa maka yang ringan pun pasti terasa berat.

Pendapat Kalapas yang dekat dengan WBP ini terdapat 3 kriteria orang yang merugi.

Kriteria pertama orang yang merugi yaitu orang yang tidak bershalawat kepada Nabi Muhammad ketika mendengar nama Rasulullah disebut.

"Orang yang mendapati kedua orang tua atau salah satunya dalam kondisi tua renta tapi tidak bisa dimanfaatkan untuk mencapai wasilah ridha Allah Swt selanjutnya orang yang bertemu bulan suci Ramadan tapi ketika Ramadan pergi dosa-dosanya masih menumpuk," jelasnya.

Eddy berharap dalam bulan suci Ramadan ini, para WBP dapat mengikuti berbagai macam kegiatan peribadatan secara tertib.

Pesan dia, isilah hari-hari dengan doa dan kegiatan positif, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved