Berita Madura

Bupati Baddrut Tamam akan Beri Hadiah Umroh untuk Guru Ngaji, Wujud Kepedulian untuk Guru

Ia berjanji untuk memberikan hadiah umroh kepada para guru ngaji di daerahnya pada tahun 2023.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Para guru ngaji yang diajukan untuk mendapat kesempatan berangkat umroh tersebut terlebih dahulu akan diverifikasi 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam patut mendapat apresiasi dari semua lapisan masyarakat. 

Ia berjanji untuk memberikan hadiah umroh kepada para guru ngaji di daerahnya pada tahun 2023.

Menurutnya, guru ngaji yang memiliki kesempatan umroh itu adalah mereka yang telah lama mengabdi, dan termasuk orang tidak mampu. 

Para guru ngaji yang diajukan untuk mendapat kesempatan berangkat umroh tersebut terlebih dahulu akan diverifikasi agar penerimanya tidak salah sasaran.

"Setiap desa satu guru ngaji akan kita umrohkan, ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Pamekasan kepada guru ngaji yang telah memberikan kontribusi besar terhadap agama, bangsa dan negara," kata Bupati Baddrut Tamam, Kamis (13/4/2023).

Baca juga: Bupati Baddrut Tamam Target Pelayanan Adminduk di Desa se-Pamekasan Merata di Tahun 2023

Ia menyampaikan, guru ngaji selama ini ikhlas mengajarkan Alqur'an kepada anak-anak tanpa bayaran apapun. 

Tidak hanya itu, guru ngaji juga mengajarkan tata cara salat yang baik, serta pondasi keislaman lainnya.

"Setelah sukses, kadang-kadang kita lupa kepada guru ngaji yang ada di kampung. Padahal guru yang melayani masyarakat setiap waktu, ada kifayah yang dipanggil pertama guru ngaji, yang pimpin tahlil guru ngaji, dan lain-lain," paparnya.

Kata bupati, sumbangsih besar guru ngaji dalam membangun pondasi keagamaan ummat tidak sebanding dengan apapun. 

Tetapi mereka tidak pernah mengeluh, tetap ikhlas mendidik ummat dalam situasi dan kondisi apapun. 

"Mereka talaten ngajari santri, makanya, Pemkab Pamekasan memberikan perhatian kepada mereka agar sama-sama mendapat kesempatan ziarah ke makam rasulullah. Karena sekarang perhatian masyarakat berkurang, dulu anak-anak ngaji sebelum ada listrik bawa minyak tanah ke langgar, tapi sekarang untuk bayaran listrik saja tidak ada," ungkapnya.

Dia berharap, guru ngaji yang mendapat kesempatan umroh itu nantinya dapat mendoakan Indonesia dan Pamekasan secara khusus agar senantiasai menjadi negara yang tentram, aman, damai dan sejahtera.

"Kami juga berharap program umroh untuk guru ngaji tersebut dapat berjalan dengan baik pada tahun 2023," harapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved