Arti Kata

Mengetahui Arti Kata Dek Remmah dan Bindara atau Bindereh dalam Bahasa Madura, Punya Makna Tuan

Dek Remmah atau Dhe' Remmah artinya "Bagaimana" dalam bahasa Madura. Apa arti kata bindereh dalam bahasa Madura?

Editor: Ficca Ayu
TribunMadura.com
Ilustrasi arti kata Dek Remmah dan bindara atau bindereh dalam Bahasa Madura. 

TRIBUNMADURA.COM - Simak arti kata Dek Remmah dan bindara atau bindereh.

Dikutip dari Quora, terdapat dua ucapan Bahasa Madura untuk menanyakan apa kabar.

Untuk bahasa kasarnya bisa gunakan kata "De' rêmmah kabhêrreh" tapi untuk Bahasa yang lebih halus bisa mengunakan kata "Kadhi ponapah kabhêrrêh".

Bahasa yang lebih halus biasanya digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua agar lebih sopan dan santun, sedangkan untuk bahasa yang kasar biasanya untuk teman sejawat.

Dek Remmah atau Dhe' Remmah artinya "Bagaimana" dalam Bahasa Madura.

Biasanya Dhe' Remmah diikuti dengan khabareh menjadi Dhe' Remmah Khabare yang artinya Bagaimana Kabarmu.

Baca juga: Arti Kata JBJB Istilah Kekinian, Bahasa Gaul yang Banyak Muncul di Twitter, Singkatan dari Ini

Baca juga: Arti Kata Unhinged di Kamus, Istilah yang Viral di Twitter dan TikTok, Digunakan untuk Berkomentar

Arti bindereh dalam bahasa Madura

Bindara merupakan sebutan dalam bahasa Madura untuk menyebut seseorang yang memiliki kedudukan ningrat yang tinggi atau seorang ulama yang dihormati.

Kata ini juga dapat disebutkan dengan ejaan bindereh dalam Bahasa Madura, "bendoro" atau "ndoro" dalam bahasa Jawa yang memiliki arti yang sama yaitu "tuan".

Secara historis, istilah bindara berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "bhundari" yang artinya adalah raja atau penguasa yang berdaulat.

Kemudian, istilah tersebut kemudian diserap ke dalam bahasa Jawa dan Madura dan digunakan sebagai gelar untuk menyebut orang yang memiliki kedudukan tinggi atau sebagai sebutan penghormatan bagi seorang ulama.

Dalam budaya Madura, penggunaan sebutan bindara atau bindereh untuk menghormati seseorang yang memiliki kedudukan tinggi sangat umum.

Penggunaan istilah ini menunjukkan penghormatan dan rasa hormat yang tinggi terhadap orang tersebut karena kedudukannya di masyarakat.

Istilah ini juga sering digunakan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, upacara adat, atau acara resmi lainnya.

Baca Berita Madura lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved