Berita Pamekasan
Bahan Pokok di Pasar Tradisional Pamekasan Naik Jelang Nataru, Harga Cabai Meroket
Harga kebutuhan pokok menjelang natal dan tahun baru (Nataru) di sejumlah daerah mulai naik.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Harga kebutuhan pokok menjelang natal dan tahun baru (Nataru) di sejumlah daerah mulai naik.
Salah satunya kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi di Pasar 17 Aguastus Kabupaten Pamekasan.
Harga bahan pokok seperti cabai rawit merah kecul yang semula hanya Rp 90 ribu perkilo, kini tembus Rp 120 ribu perkilo gram.
Sedangkan harga cabai merah besar yang semula Rp 70 ribu, kini mencapai Rp 100 ribu perkilo gram.
Di sisi lain harga cabai merah keriting yang semula Rp 80 ribu perkilo, kini tembus Rp 100 ribu perkilo gram.
Pedagang Pasar Tradisonal 17 Agustus Pamekasan, Muizah mengatakan, naiknya harga kebutuhan pokok ini tidak hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah, cabai merah besar dan cabai kriting.
Namun harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari harga Rp 20 ribu rupiah perkilo, kini mencapai Rp 30 ribu rupiah perkilo gram.
Baca juga: Harga Seluruh Jenis Cabai di Ponorogo Meroket Makin Pedas, Pedagang Sebut Karena Cuaca
"Cabai dan bawang harganya naik. Harga bawang putih juga mulai merangkak naik dari Rp 28 ribu kini mencapai Rp 32 ribu rupiah perkilo gram," kata Muizah, Jumat (8/12/2023).
Sementara untuk harga sayuran seperti tomat juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 6 ribu perkilo, kini mencapai Rp 16 ribu perkilo.
Harga kentang dari Rp 12 ribu kini mencapai Rp 17 ribu rupiah perkilo.
Sedangkan untuk harga kubis dan wortel juga mengalami kenaikan.
"Kenaikan bahan pokok sejak tiga hari terakhir ini dikarenakan banyaknya permintaan dan setok dari petani ke pedagang sedikit menjelang Natal dan Tahun Baru," terangnya.
Selain harga cabai dan bawang putih, bawang merah serta sayuran yang mulai merangkak naik, harga rempah-rempah seperti kencur, jahe, kunyit dan lengkuas juga mulai merangkak naik.
Kisah Warga Pamekasan yang Tempuh Jarak 3 Km untuk Dapat Air Bersih, BPBD Mulai Bergerak |
![]() |
---|
Terjawab Asal Mula Isu Vaksin Campak Haram di Pamekasan, Sikap Ortu Bebal |
![]() |
---|
Mengenal Sosok Kiai Abdul Qidam Pamekasan, Keturunan Wali Songo yang Berdakwah Lewat Pemerintahan |
![]() |
---|
Balita di Pamekasan Banyak yang Positif Penyakit Campak, Jumlahnya Melonjak Tajam |
![]() |
---|
Tunggu Viralnya Baliho Selamat Datang di Desa Maling, Polres Pamekasan Baru Bergerak Tangkap Maling |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.