Berita Surabaya

Nasib Tragis Pemuda di Surabaya, Dua Minggu Koma Gara-Gara Kena Tebasan Celurit Saat Tawuran

Pagi itu jam dinding menunjukkan pukul 04.30 WIB. Meizka Putri, bergegas bangun dari tempat tidurnya untuk segera melaksanakan Salat Subuh.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunMadura/ Tony Hermawan
Ilustrasi Polisi menunjukkan celurit digunakan kelompok remaja tawuran di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA-Pagi itu jam dinding menunjukkan pukul 04.30 WIB. Meizka Putri, bergegas bangun dari tempat tidurnya untuk segera melaksanakan Salat Subuh.

Saat keluar kamar dia tak melihat adiknya, Adis yang biasanya tidur dengan membeber kasur di ruang tamu.

Wanita usia 23 tahun itu, semula tak terlalu memikirkan kemana adiknya pergi. Dikira Adis menginap di rumah teman yang berada di belakang rumahnya.

 

Pikirnya, sebentar lagi adiknya pasti pulang karena harus siap-siap sekolah.

Hingga pukul 6.00, Meizka tak mendapati adiknya pulang. Sambil bertanya-tanya, ia bersiap berangkat kerja. Sampai pada akhirnya pukul 7.00 ada telepon yang membuyarkan rencana Meizka. Petugas medis RSUD dr Soetomo memberi kabar Adis sedang dalam kondisi terbaring lemas di ruang ICU (intensive care unit) karena mengalami luka bekas tebasan celurit di kepala bagian kanan.

Pembacokan tersebut terjadi di Jalan Raya Dupak, pukul 03.30, Kamis (25/1). Dini hari itu, ternyata Adis bersama puluhan temannya melakukan tawuran. Saat diserang balik (musuh), Adis naik sepeda motor boncengan tiga duduk di posisi paling belakang. Dari arah belakang Adis dibacok lawan. Seketika, korban jatuh terkapar.

Baca juga: Nasib Anak Polisi Tawuran sampai Tangan Putus, Menangis Tak Bisa Tes Akpol, ‘Masa Depanku Hancur’

"Kata dokter kedalaman lukanya sekitar 10 centimeter. Cuma panjang lukanya tidak dikasih tau dokter," ujar wanita usia 23 tahun itu.

Luka tersebut membuat Adis dalam dua minggu terakhir ini dirawat di ICU. Selang satu hari korban berada di rumah sakit, dokter sebenarnya sudah melakukan operasi. Namun, kondisi korban hingga sekarang masih belum sadar.

"Paru-parunya infeksi, kotoran dari kepala turun ke paru-paru. Tenggorokan adik sampai dilubangi untuk mengeluarkan lendir," ucapnya.

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Bubutan. Tawuran itu melibatkan remaja Gundih dan Margorukun berhadapan remaja Dupak Magersari. Polisi sudah menyita barang bukti berupa 8 celurit.

"Sampai sekarang keluarga tak tahu penyebab tawuran tersebut," katanya.

Dari hasil menanyai sejumlah anak-anak remaja di lingkungan rumah, Adis mulanya diajak teman sekolah untuk tawuran. Remaja itu berasal dari Margorukun. Mereka saat itu kumpul di Gang IV Gundih sekira pukul 2.00, dan ada yang melihat sejumlah anak menenteng celurit lalu dimasukkan ke dalam paralon.

"Saat itu gak ada yang negur, mungkin takut karena lihat yang bawa celurit," ucapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved