Berita Pamekasan
Terungkap Motif Pelaku Pemboman di Rumah Ketua KPPS di Pamekasan, Dendam ke Anak Korban
Polres Pamekasan menangkap tiga tersangka yang mengebom rumah Kusyairi, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Polres Pamekasan menangkap tiga tersangka yang mengebom rumah Kusyairi, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, Dusun Timur, Desa Nyalabu Daja, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura, pada Senin (19/2/2024) sekitar pukul 19.00 WIB.
Ditangkapnya tiga tersangka ini berdasarkan laporan Polisi Nomor: LP/B/28/11/2024/SPKT/POLRESPAMEKASAN/POLDAJAWATIMUR, tanggal 19 Februari 2024.
Ketiga tersangka pengeboman yang ditangkap Polres Pamekasan ini di antaranya;
Baca juga: Kondisi Ketua KPPS di Pamekasan seusai Rumahnya Diteror Bom, Tetap Tinggal Bersama Keluarga
- MA (29), warga Dusun Gubuk, Desa Teja Barat, Pamekasan.
- MS (39) warga Dusun Timur, Desa Nyalabu Daya, Pamekasan.
- AR (30) warga Dusun Kereng, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.
Wakapolres Pamekasan, Kompol Andy Purnomo mengatakan, pertama Polres Pamekasan menangkap MA pada Kamis 22 Februari 2024 sekira pukul 17.00 WIB.
Hasil interogasi penyidik, MA mengaku menyuruh MS untuk meledakkan rumah Kusyairi memakai bon bondet atau bom ikan.
Atas perintah MA, MS meletakkan bom bondet itu di rumah Kusyairi.
Setelah melakukan aksinya, MS mendapat imbalan sebesar Rp 500 ribu dari MA.
"Masih ada satu lagi tersangka yang kita cari dan kita kembangkan terkait kejadian tersebut," kata Kompol Andy Purnomo saat konferensi pers di aual Joglo Polres Pamekasan, Jumat (23/2/2024).
Penuturan Kompol Andy Purnomo, pada Jumat 23 Februari 2024 sekitar pukul 07.00 WIB, Satreskrim Polres Pamekasan bersama Subdit 3 Jatanras Polda Jatim juga mengamankan tersangka AR di rumahnya.
AR dalam kasus ini berperan sebagai pembuat bom bondet.
Di dalam rumah AR, ditemukan sisa bubuk mesiu yang yang diduga telah dipakai sebagai bahan peledak untuk di bom ke rumah Kusyairi.
BPJS Kesehatan Pamekasan Goes To Campus UTM, Kolaborasi Program Layanan Kesehatan dengan Klinik UTM |
![]() |
---|
Kisah Warga Pamekasan yang Tempuh Jarak 3 Km untuk Dapat Air Bersih, BPBD Mulai Bergerak |
![]() |
---|
Terjawab Asal Mula Isu Vaksin Campak Haram di Pamekasan, Sikap Ortu Bebal |
![]() |
---|
Mengenal Sosok Kiai Abdul Qidam Pamekasan, Keturunan Wali Songo yang Berdakwah Lewat Pemerintahan |
![]() |
---|
Balita di Pamekasan Banyak yang Positif Penyakit Campak, Jumlahnya Melonjak Tajam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.