Berita Pamekasan

Brutalnya Tamparan Polisi ke Demonstran saat Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten di Pamekasan

Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan mendamaikan kesalahpahaman antara anggotanya dengan salah satu orator demonstrasi

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Januar
TribunMadura/ Kuswanto
Aiptu Joko Wiseno saat bersalaman dengan Samhari di aula Joglo Joko Tarub Polres Pamekasan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan mendamaikan kesalahpahaman antara anggotanya dengan salah satu orator demonstrasi yang sempat bersitegang saat melakukan pengamananan rekapitulasi suara tingkat kabupaten di depan Gedung PKPRI Pamekasan, Jalan Raya Kemuning, Sabtu (2/3/2024).

AKBP Jazuli Dani Iriawan menghadirkan langsung anggotanya, Aiptu Joko Wiseno untuk saling bersalaman dan meminta maaf terhadap Samhari.

Proses mediasi damai dan saling memaafkan ini berlangsung di aula Joglo Joko Tarub Polres Pamekasan.

AKBP Jazuli Dani Iriawan menjelaskan ada sedikit kesalahpahaman antara salah satu orator demonstran dan tim pengamanan dari Polres Pamekasan saat mengamankan rekapitulasi tingkat Kabupaten di Gedung PKPRI.

Dalam permasalahan ini, pihaknya menjembatani kedua belah pihak untuk saling memaafkan.

"Antara Samhari dan anggota saya yang diduga melakukan kekerasan sudah sama-sama memaafkan," kata AKBP Jazuli Dani Iriawan, Senin (4/3/2024).

Menurut AKBP Jazuli Dani Iriawan, anggotanya atas nama Aiptu Joko Wiseno sudah menyampaikan permohonan maaf langsung terhadap Samhari.

Dia bersyukur berkat kebesaran hati Samhari masalah ini berlangsung damai.

Baca juga: PC PMII Demo di Mapolres Sumenep, Sampaikan Orasi soal Korupsi, Bandar Narkoba dan Hiburan Malam

"Kami dari Polres Pamekasan mengapresiasi dan terima kasih yang luar biasa. Ke depan akan menjadi koreksi buat kami terhadap pengawasan anggota, mudah-mudahan hal demikian tidak terulang kembali," harapnya.

Perlu diketahui, insiden kesalahpahaman ini terjadi saat sejumlah masyarakat melakukan demonstrasi ke Gedung PKPRI untuk menunda pelaksanaan rekapitulasi tingkat kabupaten.

Saat itu, salah satu orator aksi, Samhari terlibat saling dorong dengan aparat keamanan di depan pintu masuk Gedung PKPRI.

Ketegangan semakin menjadi saat Samhari menunjuk-nunjukkan tangannya ke wajah salah satu anggota Polres Pamekasan dan mengenai mulutnya.

Di saat itulah, salah satu anggota Polres Pamekasan ini reflek dan langsung menampar secara brutal Samhari.

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved