Hikmah Ramadan

Puasa dan Kesehatan

Puasa Ramadan memberikan kesempatan bagi para umat untuk memperbaiki kesehatan. Namun, kesehatan itu dapat diraih jika puasa dilakukan secara benar.

Editor: Mardianita Olga
Istimewa/TribunMadura.com
Ainul Yaqin, Ketua MUI Provinsi Jawa Timur, menuliskan hikmah Ramadan tentang manfaat puasa, Selasa (19/3/2024). 

Sedangkan tujuan syara’ bagi makhluk ada lima hal, yaitu memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta mereka. Maka setiap aturan yang mengandung maksud untuk memelihara kelima hal itu disebut maslahah (lih. al-Imam al-Ghazali, al-Mustashfâ  Min Ilmi al-Ushūl: Juz I/ hlm. 416-417). 

Karena itu puasa yang merupakan tuntunan syari’at, meskipun dalam menjalankannya harus merasakan lapar, namun masyaqqat atau kepayahan yang ditimbulkan bukanlah hal yang berbahaya, sehingga bukan suatu keburukan atau mafsadah. Bahkan seperti uraian di atas, ada nilai manfaatnya. 

Adapun bagi orang yang mengalami kondisi tertentu seperti sakit, bepergian, atau kondisi sudah tua sehingga tidak mampu lagi berpuasa, syari’at memberikan aturan dispensasinya yang disebut ruhshah. 

Bagi yang sakit atau bepergian dipebolehkan tidak berpuasa tetapi harus mengganti di waktu yang lain. Sedangkan bagi yang sudah tua sehingga tidak mampu lagi berpuasa diberikan keringanan dengan membayar fidyah. 

Sementara itu bagi orang normal atau sedikit ada gangguan kesehatan seperti ada penyakit asam lambung, tetaplah wajib baginya berpuasa. Syari’at pun memberikan tuntunan, antara lain sunnah menyegerakan berbuka. Nabi Muhammad Saw bersabda:

لَا يَزَالُ اَلنَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Manusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka mensegerakan berbuka (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kemudian dalam hadits qudsi Allah berfirman:

أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا

Hambaku yang paling Aku sukai adalah dia yang selalu menyegerakan berbuka (HR. al-Tirmidzi).

Menyegerakan berbuka secara lahiriyah mudah dirasakan manfaatnya. Lebih-lebih, menyegerakan berbuka adalah satu kebaikan yang diisyaratkan. Tertu tidak diragukan lagi, mengikuti sunnah adalah satu kebaikan yang bernilai dunia dan akhirat.

Tuntunan sunnah berikutnya, agar tidak melewatkan makan sahur. 

Makan sahur ditinjau dari sains kesehatan dibutuhkan oleh tubuh agar tetap berenergi sampai waktu berbuka puasa. Dalam melakukan makan sahur diusahakan menu makanan yang mengandung protein dan karbohidrat kompleks yang memadai, misalnya bisa berasal dari telur, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, roti gandum, dan oatmeal. Rasulullah Saw pun mengingatkan:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً 

Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah (HR al-Bukhari dan Muslim)

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved