Berita Sumenep

Diduga Abaikan Keselamatan Kerja, DPRD Sumenep akan Dalami Proyek Perpanjangan Pelabuhan Kalianget

CV Maikohada diduga mengabaikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi para pekerjanya di lapangan saat kerjaan aktivitas berlangsung.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Ali Hafidz
Suasana aktivitas pekerja tampak mengabaikan alat kesehatan dan keselamatan kerja di lokasi proyek perpanjangan pelabuhan wisata kalianget - talango. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - CV Maikohada diduga mengabaikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi para pekerjanya di lapangan saat kerjaan aktivitas berlangsung.

Pantauan TribunMadura.com di lokasi, sekitar tujuh orang pekerja proyek perpanjangan pelabuhan wisata kalianget - talango tidak dilengkapi pelindung seperti helm, dan pakaian khusus atau alat penyelam.

Mereka mengerjakan material pembangunan proyek CV. Maikohada tersebut disisi ujung dermaga pelabuhan Kalianget - talango.

Proyek yang dikerjakan CV. Maikohada ini dianggarkan melalui APBD Sumenep 2024 dengan nilai kontrak Rp 1.043.712.759.

Proyek tersebut diketahui memiliki nomor surat perintah kerja (SPK) atau kontrak 51885188/PPKT/435.105.4/2024. Dengan tanggal kontrak 9 Juli 2024.

Menanggapi itu, anggota DPRD Sumenep M. Muhri menyaayangkan kepada rekanan dari CV. Maikohada yang sudah mengabaikan K3 tersebut.

Alasannya, K3 itu dinilai sangat penting diperhatikan oleh para kontraktor yang menggarab proyek Pemkab Sumenep.

"Sebab, itu berkenaan dengan keselamatan pra pekerja yang bertugas di lapangan. Tidak boleh abaikan K3. Itu kan sudah ada aturannya, jadi itu harus diperhatikan oleh rekanan untuk keselamatan para pekerjanya," kata M. Muhri pada Rabu (28/8/2024).

Politisi DPC PKB Sumenep itu berjanji akan melakukan kroscek secara langsung ke lokasi proyek. Yakni untuk mengetahui sercara langsung bagaimana progres pekerjannya.

"Nanti akan kita kroscek itu," tegasnya.

Salah satu penanggungjawab lapangan proyek yang dikerjakan CV. Maikohada, Ardik dikonfirmasi di lapangan enggan berkomentar banyak.

Ardik mengaku baru bertugas di lokasi proyek pembangunan atau perpanjangan pelabuhan wisata Kalianget Talango tersebut.

"Takut salah mas, jangan ke saya. Sampean langsung ke pemilik proyeknya saja," katanya.

Meski tak mau berkomentar, sambil bincang-bincang dan mengaku jika pemasangan material untuk panjang wisata pelabuhan kalianget - talango tersebut masih belum rampung.

Para pekerja saat ini masih fokus melakukan penyelaman untuk menentukan dasar pemasangan material.

"Itu sebagian pekerja ada yang menyelam ke dasar laut. Itu sudah ada alat khusus yang digunakan mereka," terangnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved