Kehujanan Bisa Bikin Sakit? Cek Penjelasan Ilmiahnya
Pernahkah Tribunners merasa sakit setelah kehujanan? Selain menyegarkan, hujan seringkali dianggap sebagai pembawa penyakit. Lalu bagaimana faktanya?
Pada suhu tubuh yang normal, yaitu 37 derajat Celsius, virus ini akan sulit bereplikasi dan tidak mudah menyebabkan infeksi pada manusia.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, hujan membuat suhu tubuh turun ke suhu yang ideal untuk virus bereplikasi.
Inilah sebabnya kehujanan tidak membuat orang sakit, namun bisa membuat seseorang rentan sakit.
Kenapa mandi dengan shower tidak membuat sakit?
Mandi dengan shower mungkin memiliki efek yang sama dengan hujan, yaitu menurunkan suhu tubuh.
Namun, mandi dengan shower dilakukan di rumah dan di dalam ruangan tertutup yang jauh dari paparan virus dan bakteri, kecuali jika ada anggota keluarga yang sakit di rumah.
Penurunan suhu yang terjadi setelah mandi dengan shower hanya bersifat sementara dan setelahnya manusia tidak terpapar virus atau bakteri seperti di luar rumah.
Oleh karena itu, mandi dengan shower tidak membuat seseorang rentan terkena penyakit.
Dikutip dari BMKG, awal musim hujan di Indonesia bervariasi, dimulai dari wilayah barat Sumatera yang memasuki musim hujan lebih awal pada Agustus 2024, kemudian secara bertahap menyebar ke wilayah timur hingga Desember 2024.
Pada umumnya, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan pada periode Oktober hingga November 2024.
Dibandingkan dengan rata-ratanya, musim hujan 2024/2025 akan datang lebih awal dari kebiasaanya.
Selain itu, kondisi akumulasi curah hujan (Sifat Musim) pada musim hujan 2024/2025 diprediksi akan berada pada kategori Normal yang menunjukan tidak ada kondisi yang terlalu basah maupun terlalu kering.
Puncak musim hujan akan banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2024 di wilayah Indonesia bagian barat dan bulan Januari hingga Februari 2025 untuk wilayah Indonesia timur.
Puncak musim tersebut akan SAMA hingga MAJU (lebih awal) jika dibandingkan dengan kondisi kebiasaanya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Rakhmat Basuki Bersinar sebagai Karteker, Madura United Menjauh dari Degradasi |
|
|---|
| Tugu Pahlawan Surabaya, Monumen Ikonik Peringatan Pertempuran 10 November 1945 |
|
|---|
| Benteng Kalimo’ok, Warisan Sejarah VOC di Timur Madura yang Sarat Nilai Historis |
|
|---|
| Rawon, Kuliner Legendaris Jawa Timur Berusia Lebih dari 1.000 Tahun |
|
|---|
| Perayaan Paskah 2026 di Kediri, Momentum Perkuat Nilai Toleransi dan Kerukunan di Tengah Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Ilustrasi-pemotor-terabas-hujan-badai-petir-dan-angin-kencang.jpg)