Kamis, 9 April 2026

Ramadan 2025

Nguri-Nguri: Tradisi Warga Madumulyorejo Dukun Gresik Sambut Ramadan, Punya Makna Mendalam

Tradisi nguri- nguri memiliki banyak makna menurut kepercayaan Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Penulis: Lia Handayani | Editor: Taufiq Rochman
TribunMadura
ZIARAH KUBUR- Tradisi Nguri-nguri adalah tradisi yang dilakukan pada saat menjelang bulan puasa, tradisi ini memiliki banyak makna sosial dan keagamaan, yang dilakukan oleh warga Desa Madumulyorejo, (28/2/2025). 

TRIBUNMADURA.COM - Menjelang bulan suci ramadan masyarakat Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik menggelar tradisi nguri-nguri, Jumat (28/2/2025).

Nguri-nguri merupakan sebuah ritual budaya yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur. 

Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi momen penting bagi warga setempat untuk mempererat silaturahmi.

Selain itu tradisi ini bertujuan untuk memperkuat nilai keagamaan, serta menghormati para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun desa.

Baca juga: Tradisi Rokat Jelang Ramadan di Bangkalan, Bersihkan Makam hingga Bocah Bawa Berkat di Kepala

Semangat masyarakat Desa Madumulyorejo untuk mengikuti tradisi nguri-nguri ini sangat antusias.

Bahkan mereka rela pulang ke kampung demi mengikuti tradisi ini, meskipun mereka berada di perantauan.

"ini bukan hanya tradisi, tetapi dapat meningkatkan jiwa sosial masyarakat desa untuk membangun sikap peduli antar sesama dan dengan tradisi ini dapat menyembuhkan rindu dan kenangan kita terhadap ahli kubur kita," Ucap Lukman Hakim, warga masyarakat desa Madumulyorejo, kepada TribunMadura.com, Jumat (28/2/2025). 

Tradisi nguri-nguri memiliki berbagai bentuk makna.

Berikut makna dan filosofinya:

Makna dan filosofi tradisi nguri-nguri

Dalam bahasa Jawa, tradisi ini memiliki arti makna " merawat" atau "melestarikan".

Tradisi ini mencerminkan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur.

Bagi masyarakat Desa Madumulyorejo, tradisi ini bukan sekedar seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai bentuk syukur atas limpahan rezeki serta doa untuk kelancaran ibadah ramadan.

Baca juga: Mengenal Munggahan, Tradisi Suku Sunda Sambut Bulan Ramadan dengan Silaturahmi dan Doa Bersama

Masyarakat percaya bahwa dengan menjalankan tradisi ini, mereka dapat menjaga keharmonisan sosial, menghindari bencana, serta memperoleh berkah dalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya itu, nguri-nguri juga menjadi ajang refleksi diri dan sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai budaya lokal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved