Ramadan 2025
Nguri-Nguri: Tradisi Warga Madumulyorejo Dukun Gresik Sambut Ramadan, Punya Makna Mendalam
Tradisi nguri- nguri memiliki banyak makna menurut kepercayaan Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.
Penulis: Lia Handayani | Editor: Taufiq Rochman
TRIBUNMADURA.COM - Menjelang bulan suci ramadan masyarakat Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik menggelar tradisi nguri-nguri, Jumat (28/2/2025).
Nguri-nguri merupakan sebuah ritual budaya yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur.
Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi momen penting bagi warga setempat untuk mempererat silaturahmi.
Selain itu tradisi ini bertujuan untuk memperkuat nilai keagamaan, serta menghormati para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun desa.
Baca juga: Tradisi Rokat Jelang Ramadan di Bangkalan, Bersihkan Makam hingga Bocah Bawa Berkat di Kepala
Semangat masyarakat Desa Madumulyorejo untuk mengikuti tradisi nguri-nguri ini sangat antusias.
Bahkan mereka rela pulang ke kampung demi mengikuti tradisi ini, meskipun mereka berada di perantauan.
"ini bukan hanya tradisi, tetapi dapat meningkatkan jiwa sosial masyarakat desa untuk membangun sikap peduli antar sesama dan dengan tradisi ini dapat menyembuhkan rindu dan kenangan kita terhadap ahli kubur kita," Ucap Lukman Hakim, warga masyarakat desa Madumulyorejo, kepada TribunMadura.com, Jumat (28/2/2025).
Tradisi nguri-nguri memiliki berbagai bentuk makna.
Berikut makna dan filosofinya:
Makna dan filosofi tradisi nguri-nguri
Dalam bahasa Jawa, tradisi ini memiliki arti makna " merawat" atau "melestarikan".
Tradisi ini mencerminkan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur.
Bagi masyarakat Desa Madumulyorejo, tradisi ini bukan sekedar seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai bentuk syukur atas limpahan rezeki serta doa untuk kelancaran ibadah ramadan.
Baca juga: Mengenal Munggahan, Tradisi Suku Sunda Sambut Bulan Ramadan dengan Silaturahmi dan Doa Bersama
Masyarakat percaya bahwa dengan menjalankan tradisi ini, mereka dapat menjaga keharmonisan sosial, menghindari bencana, serta memperoleh berkah dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, nguri-nguri juga menjadi ajang refleksi diri dan sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai budaya lokal.
| Benarkah Salat Kafarat di Jumat Akhir Ramadan Bisa Gantikan Salat yang Terlewat? Ini Kata Buya Yahya |
|
|---|
| 7 Cara Gampang Atasi Bahaya Microsleep saat Mudik Lebaran 2025 |
|
|---|
| Tata Cara Salat saat Mudik Idul Fitri 2025, Boleh Jamak atau Qashar, Ini Niat dan Panduannya |
|
|---|
| Mengapa Salat Idul Fitri Sebaiknya Dilaksanakan di Lapangan? Begini Sunnah dan Keutamaannya |
|
|---|
| 7 Amalan Sunnah Sebelum Salat Idul Fitri yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Jangan Sampai Terlewat! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Tradisi-Nguri-nguri.jpg)